6+2 Surat Terbaik Minggu 2 Event #TerimaKasihSayaApp

Teruntuk: Seluruh Peserta dan Penikmat Surat-surat di Event #TerimaKasihSayaApp

Seharian ini saya membaca 345 surat yang masuk dan dimuat di Minggu 2 event #TerimaKasihSayaApp; sejak pagi sampai sore. Satu persatu surat saya baca–sesekali saya catat surat-surat yang saya suka, yang mungkin akan menjadi calon surat terbaik. Saya mencoba segala macam gaya saat membaca surat. Mulai dari duduk di kursi, duduk di atas meja, duduk di lantai, berdiri, peregangan badan, loncat-loncat, telentang, telungkup. Surat yang harus dibaca banyak, jadi, saya mikir, kalau saya baca dengan posisi yang itu-itu saja, kemungkinan besar saya akan lelah.

Sampai akhirnya membaca surat terakhir, saya baru menyadari, ada hampir 30-an lebih surat yang masuk ke daftar surat terbaik. Buset. Padahal yang saya perlukan untuk diumumkan hari ini cukup 6+2 surat terbaik. (FYI: Untuk surat terbaik kedua dan ketiga, yang semula, seharusnya, mendapatkan hadiah pulsa 25ribu, saya potong jadi hanya 20ribu, ya, karena ternyata, belajar dari minggu 1, nggak bisa beli pulsa 25ribu dari BRI Mobile. Alhasil, supaya nggak merepotkan diri sendiri (dan para pemenang), saya ambil kebijakan, pulsa untuk surat terbaik kedua dan ketiga menjadi 20ribu, dan sisa 10ribu akan dialokasikan untuk satu pemenang tambahan; sementara satu pemenang tambahan lainnya, karena sisa coin Line masih ada 300 lagi. Maka itu, karena ini amanat dari Dedsec, selaku donatur coin Line, saya akan habiskan sampai ludes. Total, di Minggu 2, akan ada 6+2 surat terbaik dengan rincian hadiah:

  1. Surat Terbaik 1: Pulsa 50ribu
  2. Surat Terbaik 2: Pulsa 20ribu
  3. Surat Terbaik 3: Pulsa 20ribu
  4. Surat Terbaik 4: Coin Line 300
  5. Surat Terbaik 5: Coin Line 300
  6. Surat Terbaik 6: Pulsa 10ribu
  7. Surat Terbaik 7: Pulsa 10ribu
  8. Surat Terbaik 8: Pulsa 10ribu

BTW, memilih 6+2 surat terbaik Minggu 2 nggak gampang. Seperti yang sudah saya bilang di awal tulisan. Awalnya, ada 30+ surat terbaik yang saya pilih sejak pagi sampai sore. Setelahnya, saya pilih 15 surat terbaik. Saya pilih 10 terbaik. Dan. Akhirnya, terpilihlah 6+2 surat terbaik Minggu 2. Ada beberapa judul yang sebenarnya pengen saya menangkan, karena saya suka dengan isinya–meski ringkas; karena, memang untuk penentuan surat terbaik, saya nggak melihat dari pendek atau panjang isi surat.

Ada beberapa pertanyaan yang masuk ke akun Sarahah saya, yang kurang lebih pertanyaannya gini: ‘Oom, kriteria penilaian surat terbaik gimana, sih? Apa iya pengirimnya harus yang berprofile, baru bisa menjadi surat terbaik? Mungkin nggak kalau yang kirim anon, tetap bisa punya kesempatan untuk jadi surat terbaik?’

Saya akan coba jawab. Pertama, kita harus sepakat bahwa yang namanya penilaian, biasanya subjektif, artinya penilaian akan sangat tergantung dengan siapa yang menilai. Begini, bayangkan Ahmad Dani dan Sapardi Djoko Damono ditunjuk untuk menjadi juri sebuah lomba pembacaan puisi. Saat menilai pembacaan puisi yang baik dan benar, apakah siapa yang menjadi juri akan sangat menentukkan hasilnya? Tentu saja. Apakah penilaian seorang Ahmad Dani dan Sapardi Djoko Damono akan bersifat subjektif? Jelas. Subjektivitas Ahmad Dani dan Sapardi Djoko Damono akan sangat bergantung pada pengalaman mereka–apa yang mereka baca, apa yang mereka lihat, dengar, rasakan. Salahkah saat Sapardi Djoko Damono memberikan nilai 98 untuk seorang peserta, sementara Ahmad Dani hanya memberikan nilai 60? Tentu tidak. Karena penilaian lomba baca puisi adalah sesuatu yang subjektif. Jadi, yah, sah-sah saja. Kalau ada yang tidak setuju dengan hasil penilaian? Yah, sah-sah saja juga.

Kedua, nah, untuk menentukkan surat terbaik, karena sifatnya yang subjektif, saya selalu membaca minimal dua kali untuk surat-surat yang saya anggap calon nominasi surat terbaik. Surat terbaik Minggu 1, misalnya, saya membaca Surat #688 Anais oleh Psychedelic Bohemian sebanyak dua kali, untuk meyakinkan diri saya kalau Surat #688 layak untuk menjadi salah satu dari surat terbaik Minggu 1. Biasanya, saat kali pertama membaca sebuah surat yang masuk nominasi surat terbaik, saya seperti bisa ikut merasakan kedalaman isi dan perasaan dari si pengirim surat kepada si penerima surat. Ketulusan dan apa adanya; walau kedua frasa itu nggak sepenuhnya bisa mewakili apa yang saya rasakan, mungkin dua hal itu yang membuat saya memutuskan apakah sebuah surat menjadi nominasi surat terbaik atau nggak. Kok bisa merasakan ketulusan dan apa adanya dari sebuah surat? Balik lagi ke poin pertama. Subjektivitas. Tapi. Bagi saya pribadi (yang pernah mengklaim diri menjadikan sastra sebagai agama dan menjadikan kegiatan membaca sebagai bentuk ibadah), membaca (dan menulis) itu sebuah proses kontemplasi. Dan. Tulisan yang baik adalah dia yang bisa mengajak pembacanya untuk ikut berkontemplasi.

Ketiga, faktor lain yang biasanya menjadi pertimbangan saya juga adalah kerapihan dari segi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), seperti misalnya ketepatan penggunaan tanda baca (titik, koma, tanda seru dsb), huruf kapital, struktur bahasa, logika kalimat dsb. Tapi. Untuk beberapa surat tertentu, saya nggak masalah kalau PUEBI-nya jelek atau, lebih parah, menggunakan bahasa alay atau disingkat-singkat–selama perasaan si pengirim surat tersampaikan di dalam suratnya. Salah satu surat yang PUEBI-nya cukup mengganggu di mata tapi saya menyukai proses pembacaannya (dan akhirnya menjadi surat terbaik di event  #30HariSayaAppMenulisSurat lalu adalah Surat #345 Cucupop (Oleh: Fu)).

Yak, jadi seperti itulah cara saya menentukan 8 Surat Terbaik Minggu 2 (dan minggu-minggu sebelumnya). Maap kalau  penjelasannya panjang, ternyata saya masih belum bisa menjelaskan sesuatu secara sederhana. Ha-ha. Oke, sekarang kita masuk ke bagian inti, dan inilah 8 Surat Terbaik Minggu 2 sekaligus Minggu Terakhir event #TerimaKasihSayaApp:

  1. Surat #1330 Awkarim a.k.a Anonymous (Oleh: Chica)
  2. Surat #1210 Agtha (Oleh: Seseorang Yang Pernah Dekat Sekali Dengan Dirimu)
  3. Surat #1253 Anda, Si Denial (Oleh: Saya, Si Perut Karet Kesayanganmu, Otiy)
  4. Surat #1094 Imgyeong dan Seluruh Warga SayaApp yang Senasib (Oleh: Deys)
  5. Surat #1040 My Best Buddy (Oleh: Your Friend)
  6. Surat #1262 Dust-er, Si Mata Beler (Oleh: Pikachu Ombre yang Sekarang Sudah Tidak Ombre)
  7. Surat #1124 Put (Oleh: Aku)
  8. Surat #1183 Rombongan SMB, Chu, Cing, Holly, Dadank, Le, Pelangi, Adidas, Mimicucu, Anamnesis, Pablo, dan Sup (Oleh: Withoutwings)

Selamat kepada seluruh pemenang! Dan. Terimakasih untuk partisipasi kalian di event terakhir kita di SayaApp: #TerimaKasihSayaApp.

P.S.: Untuk para pemenang diharapkan konfirmasinya melalui email  untuk klaim hadiah. Batas klaim sampai dengan tanggal 11 Nopember 2017, ya, terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*