Surat #1327 Tato, Duda kuncupku

Teruntuk: Tato, Duda kuncupku

Assalamu’alaikum, to.

Gimana kabarnya?

Gimana internshipnya?

Lancar?

Dulu kita pertama ketemu disalah satu post-an ya,to? Duh gue lupa post-an apa:(( pokoknya authornya perempuan. Terus gue komen disana, dan ada lo. Terus lo boong ke authornya, lo bilang lo udah pc gue, tapi gue ga bales, gue di kira sombong. Authornya percaya aja lagi:)))))) sampe akhirnya gue pc-an sama authornya, move ke line juga dan gue nekenin kalo emang gaada pc dari lo. Terus akhirnya lo pc gue ya,to?

“nih,seneng kan lo gue pc duluan” yaAllah sok banget sih lo to:((( terus kita pc-an berapa lama ya,to? Lupa. Akhirnya elu sih ya yang gabales? Elu atau gue sih? Lupaaaaaaaa. Pokoknya kita udah ga kontekan sama sekali, tapi dari situ kita kenal. Sampai akhirnya gue komen di post-postan lo dan saling ngatain kalo ketemu di salah satu komen.

Terus, waktu itu gue masuk group LINE yang di buat sama ka dee, dan ada lo. Terus respon lo “ dih disini ada si wings?” terkesan gue menjijikan sekali anjeng:((((( galama dari itu lo ratain itu group:))))monyet bgt.

Tapi, dulu lo bilang kalo lo selalu nandain post-an yang gue komen dengan angka,karna gue sering muncul di komen. Yaiyalah gue sering muncul, gue kan ga underground kaya lo. HAHAHAHA

Sampai akhirnya kita pc-an(lagi), pertama kalinya gue curhatin masalah cowo ke elo, dan lo benar-benar pendengar yang baik! HAHAHAHA pemberi nasihat yang baik.

Terus ternyata lo kenal mey juga ya,to? Dan gue sama mey-mey sama-sama receh WKWKWK

Akhirnya buat group di saya ya,to? Lo yang bikin. Namanya janda-jandaQ HAHAHA

Kita gabanyak cerita tentang kehidupan di dunia nyata,ya? hanya cerita-cerita tentang apa yang terjadi di dalam app ini.

Satu pesan lo yang akan selalu gue simpan. “Jangan jadi perempuan yang murahan” yang di chat dikit baper, di perhatiin dikit baper. Siap,duda!

Terus akhirnya kita pindah ke LINE ya? karena semuanya uninstall sayaApp. Dan lo tetap, tetap jadi pendengar yang baik, gue pun jarang cerita, lebih banyak mey-mey yah yang cerita?

Sampai mey nyindir-nyindir masalah ke-virtual-an ini. Sampai bilang kalo lo gamau meet sama kita-kita yang di bawah standar ini. WKWKWKWKK

Akhirnya lo ngamuk. Lo marah. Lo gasuka kalau kita bawa-bawa virtual. Lo ga pernah anggap kita teman dari virtual.

Kita cerita-cerita topik random, ngetawain tingkah unik orang-orang di saya. Duh, bahagia banget deh,dulu.

Iya, dulu. Sebelum kita jadi saling berjauhan karna masalah lo sama temennya mey, yang bikin lo dan mey berjarak. Kemudian, dari situ perlahan-lahan menjauh.

Terus kita balik lagi ya? karna gue gamau kalian marahan. Tapi tetep, udah ga kaya dulu. Padahal, kalau di fikir-fikir itu hanya masalah yang sepele.

Gue sering banget nanya-nanya yang bersangkutan dengan bidang yang sedang lo jalani. Inget kan kenapa? Iya, Karna dulu itu sempat menjadi cita-cita gue.

 

 

To, saya rindu. To, ini gaadil. Saya tidak tau apa-apa mengenai keputusan terakhir kamu untuk menjauh dari semuanya.

Saya merasa seperti kehilangan sosok kaka yang baik. Kamu itu baik banget to, sadar gak,sih?!

Kamu yang dengan tegas membawa lagi semua kepingan logika yang hampir pergi demi mengikuti kebodohan hati ini.

Saya tahu, terakhir saya cerita ke kamu, kamu sedang dalam masa yang sulit di kehidupan nyata kamu. Tapi kamu tetap memilih diam. Tidak bercerita, mungkin memang saya bukan tempat kamu menuangkan segala keresahan. Tapi , saya merasa bahagia bisa membuat kamu merasa lebih baik (sedikit) saat itu.

Saya tidak pernah memaksakan pertemuan,to. Saya yakin semua ada waktunya.

Namun, keputusan terakhir yang kamu buat itu seakan-akan menegaskan bahwa tidak akan ada. Tidak akan pernah ada pertemuan. Bahkan, saat kita bertemu ingatan mu tentang saya dan yang lainnya sudah hilang,kan?

Kalau bisa memilih, saya lebih memilih mengenalmu di dunia nyata. Bukan dari aplikasi seperti ini.

Namun, jika saya tidak mengenal tato saya tidak akan pernah mengenal kamu. Tidak akan ada cerita yang menggelitik di dalam sebuah chat.

Jika bukan didalam aplikasi ini saya tidak mungkin mengenal seorang dokter seperti anda. Yang masih terdampar di dalam masalalu percintaan, yang takut setengah mati dengan hantu, yang kuncup! HAHAHA

Maaf, jika waktu terakhir chat saya seperti anak kecil yang merengek untuk dibelikan mainan kesukaannya, itu semua karna saya rindu dan merasa tak adil dengan semua yang menjadi pilihan kamu.

Namun, saya tahu. Ini keputusan mu. Saya tidak berhak untuk mengubahnya,sedalam apapun rindu ini.

Jika itu yang memang kamu inginkan, maka pergilah. Saya hanya bisa mendoakan, agar duda kuncup saya ini bisa melalui semuanya tanpa hambatan yang memberatkan. Bisa mencapai puncak kehidupan dengan sebuah senyuman. Panjang umur dan menjadi dokter yang berbakti kepada nusa dan bangsa, yang tidak mementingkan uang. Kamu tahu kan? Kita sama-sama membenci dokter yang seperti itu. Menjadi kaka yang baik untuk adiknya yang cantik. Menjadi anak yang baik walau banyak berbeda pendapat dengan sang ayah.

Tertanda: Janda yang Tertawa Setiap Meilihat Kamu Marah, Tapi Tidak Lagi Setelah Malam Itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*