Surat #1325 Swish Swish/Mamacita/Permen Kaki

Teruntuk: Swish Swish/Mamacita/Permen Kaki

Hai.. ini aku, superhero mu, semoga kau tau siapa aku

Aku ingin memelukmu, sayang.

Menceritakan padamu seluruh keletihan hariku, mengakuinya padamu bahwa aku membutuhkanmu. Lalu menyadari, tanpamu aku tak bisa. Namun, yang kubutuhkan sekarang cuma kesempatan untuk memelukmu sekarang.

Mungkin ada waktunya, kita berdampingan bercerita tentang senja. Seakan kita berasumsi; saling memiliki adalah hal yang kita harapkan.

Tapi, bagaimana bisa aku meyakininya? Mimpi, mimpi, mimpi, adalah jawabannya dari segala harapanku. Mungkin Aku hanya bisa bebas menyewa sukmamu untuk kucintai berkali-kali. Bersandar di bahumu-meresapi melodrama sakit karena berfilantropi denganmu.

Aku ingat, saat aku bertanya apa yang akan kamu lakukan jika aku pergi? Dan kamu menjawab dengan kata manis yang membuatku percaya kamu akan memperjuangkanku. Tapi sekarang, yang aku tahu adalah kamu yang meninggalkanku lebih dulu.

“Jika hanya untuk memperparah luka seharusnya aku tidak memperhatikan kamu lagi. Disini, aku berdiri dibelakang mu, tidak berdaya namun selalu terlihat kuat. Aku melihat kau bersamanya sangat bahagia. Namun sekarang aku berhenti menyakiti diriku sendiri; mencintaimu namun selalu tidak pernah terlihat di matamu karna kau hanya fokus kepada yang sempurna.”

Hal terbaik selama perjalananku ini adalah berusaha mewujudkanmu. Aku percaya, jika setiap tulisan akan menemukan pembacanya, tentu aku dan kamu juga lekas memiliki nyata.

Diantara bilangan ragumu. Tunggulah sejenak. Demikian yang ku lakukan untuk menginginkanmu menjadi waktuku. Tunggulah sejenak, karena demi apa pun aku tak akan pernah memiliki, sebab menggantimu dari waktuku.

Dan kamu, jika ragumu tak kuasa kau bendung, sesekali pejamkan matamu, bernafaslah yang dalam, letakkan jemarimu di dada kiri. Meski asing, kamu akan segera mengenaliku sedekat nadi.

Jangan pernah lelah menulis, darinya aku akan tahu setidaknya apa yang kau rasakan. Jangan bosan bersahabat dengan sepertiga malam, karena aku ada diantaranya untuk kau genggam. Jangan pernah berhenti berbuat baik, begitupun aku akan berupaya menjadi baik. Kita akan lekas menjadi nyata. Tunggulah.

Tertanda: Aku

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*