Surat #1320 Rider

Teruntuk: Rider

ABANGG!!

Apa kabar?

Kita kenal dari meet smb ya? Tapi ga begitu dekat. Terus, kamu ada masalah hati sama salah satu teman saya, disitu saya sebenernya gabisa ngomong gimana-gimana selain mendoakan kebahagiaan untuk kalian berdua, karena alasan udahanya juga karna suatu hal yang emang gabisa dikompromi lagi, kan?

Tapi, kita dekat bukan karna hal itu, kan?

Kita dekat karna memang dulu lagi sering-seringnya meet up, ya?

Dari pas di smb, kita ga kenal.

Terus di larangan, mau gamau jadi akrab, karna tbh lo orngnya asik, ka.

Saya lupa kita jadi kenal dekat karna apa, sepemikiran dan seingat saya itu ya karna kita sering meet dan berbincang ini itu. Tapi saya ingat pernah me-rename nama saya dan kita sempat berbalas sajaj

AH! Pas ada “drama” yang dibuat oleh mamah saya waktu shubuh saat kita lagi berbincang deep conversation yang membuat kamu, simba,alien,san,tede,banu repot-repot untuk keliling jakarta pada pukul 3:00 AM.

Sehabis hari itu, kita ketemu lagi ya? Diwarcy. Dan saya menceritakan semuanya. Iya! Semuanya. Kamu tau, ka? Hal-hal tersebut hanya saya beritahu pada 4 teman real life saya. Orang yang saya anggap bisa membawa saya menjadi lebih tenang menghadapi permasalahan tersebut. Tapi nyatanya malah membuat saya semakin merasa bahwa saya tak ada artinya di kehidupan mereka, ya habis gimana? Respon mereka seperti sangat amat tidak perduli.

Tapi, setelah perbincangan itu, sedikit membuka mata saya, bahwa masih banyak yang lebih parah dari saya. Seharusnya saya bersyukur, kan?

Dari situ kamu selalu bilang.

lo harus bisa buktiin kalo lo bisa, wings”

“lo mending dirumah tante lo aja, cari kerja dijakarta, biar mereka sadar “

Intinya gue harus keluar dari zona nyaman gue kan, ka? Huhu kenyataannya gue malah dapat kerjaan di tangerang…

Terimakasih ka.

Terimakasih kamu sudah mau saya repotkan tiba-tiba dengan cerita saya yang meng-gebu-gebu

Terimakasih, kamu selalu ada ketika saya kebingungan.

Terimakasih, mau memberikan sebuah masukan yang amat sangat masuk akal, membawa lagi logika ini.

Sebenarnya saya ingin minta maaf.

Jika hanya datang disaat butuh. Saya pernah bilang ini kan, sebelumnya?

Saya seperti orang yang tak tau diri, hanya datang disaat ingin mengeluh.

Tapi entah kamu yang terlalu baik, atau memang tidak percaya kepada saya jadi memutuskan untuk tidak bercerita.

Ah, yang saya tau, kamu termasuk orang yang membatasi.

Membatasi hal-hal mana saja yang orang dari virtual harus tahu, dan hal-hal mana saja yang hanya orang-orang di real life mu yang tahu, ya kan?

Hmmm sekarang saya paham. Dan saya setuju untuk hal membatasi tersebut.

Terimakasih (lagi) untuk semuaaaaaaaaaaaaaaaaa tawa yg tercipta!WKKWKWKWKWKWKWKWK

Asli sih. Ini gue yang receh atau lo, sih? Ngakak terus kalo lagi ngobrol;((( bahkan lagi deepconv pun tetap diselingi oleh candaan.

Maaf(lagi) kalau gue masih suka batu dan denial. EHEHE tapi untuk beberapa waktu, gue ga lalat, kan?

Udahlah, panjang betul ini surat.

Tertanda:

Withoutwings si yang ketersemakinan(katanya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*