Surat #1210 Agtha

Agtha….

Surabaya, Jumat, 27 Oktober 2017, 01:37 WIB Dini Hari….

Hai Agtha, long time no see yaa….

Agak berat dan memang sangat berat sekali sebenarnya untuk menulis surat ini, entah karena kamu tidak akan membacanya atau juga tidak mau karena sekarang ini kamu sering berkata….

“Gue tuh muak!”,

“Gue tuh MALU dan NYESEL pernah ketemu sama lo!”,

Tapi tidak apa-apa, aku akan mencoba menyelesaikan surat ini sebagai bentuk “Confession”….

Berhubung SayaApp sendiri akan segera ditutup dan mungkin kita tidak akan bertemu lagi, biarkan ku tulis surat ini. Surat ini adalah bentuk sebuah KEJUJURAN dari lubuk hati gue terdalam, mungkin juga sebagai permintaan maaf yg mungkin saja ketika kamu baca ini kamu akan merasa makin kesal atau muak….

15 Juni 2017, 21.09 WIB…

Beberapa hari sebelum Lebaran 2017 ketika aku sedang membuat serta membalas beberapa komentar di post-ku, tiba-tiba kamu PC aku dengan status “Anonymous”. Disitu aku bingung, kenapa aku di PC? Rupanya kamu penasaran dengan isi post tsb saat itu. Aku awalnya berpikir bahwa kamu itu Anon yg pernah PC aku, tapi rupanya bukan. Setelah itu chat kita pun berlangsung intens dan memang menjelang hari H Lebaran, aku jadi jarang bahkan cenderung cuek terhadap chat kamu saat itu. Baru lah disaat H+4 Lebaran aku mulai chat kamu lagi dan saat itu kamu bilang mau Meet sama aku sampai rela mau samperin ke Bekasi, bersama Clo. Tapi sayang, saat itu aku tidak bisa karena aku juga harus pergi ke Karawang untuk mengunjungi makam pacar-ku dulu di San Diego Hills….

Jumat, 30 Juni 2017…

Kamu tiba-tiba mengucapkan salam perpisahan karena kamu mengaku bahwa kamu PC aku cuma karena disuruh Clo untuk meminta Playlist Lagu-ku. Disitu aku berusaha untuk tidak membiarkan kamu pergi karena kita sudah sangat akrab dan aku tidak mau kehilangan teman lagi. Lalu kamu pun curhat tentang “Everything About You” padaku, dan aku kagum karena tidak banyak wanita yg bisa seperti kamu. Menghadapi kerasnya kehidupan seorang diri. Besoknya kamu mengajak aku meet di McD Bogor Kota, dan aku pun meng-iyakan….

Sabtu, 1 Juni 2017…

Kita pun bertemu di Stasiun Bogor dan kita awalnya jaim, tidak seperti di chat sampai akhirnya aku “iseng” mengerem mendadak ketika membonceng kamu sampai hidung mu kena helm ku, hehe…

Kita pun akhirnya makan di sore hari menjelang malam di McD tsb…

Hari demi hari berganti, kita jadi sering ketemuan dan PASTI ke McD. Kalau bisa dibilang sih mungkin kita lah Pengabdi Mekdi Sejati. Kamu itu lebih sering makan sedangkan aku lebih suka menikmati kopi-nya (red-McCafee). Masih teringat dengan jelas ketika kita sering membeli HappyMeal Edisi Despicable Me 3 (Minion), dan aku masih simpan sampai sekarang “kenangan” tsb. Kita selalu berjalan-jalan mengelilingi Kota di malam hari, sampai besok pagi nya pun kita masih berjalan-jalan. Makan di Nasi Bebek di samping RS tempat Clo bekerja, minum es kelapa di dekat Stasiun Poris, sampai menikmati bakso di dekat rumah mu…

Kamu sering ajak aku untuk Photoshoot, tapi sayang itu tidak pernah terjadi….

Di situ aku masih menganggap kamu teman jalanku yg asik, hmmm seperti lagu dari Red Hot Chilli Pepers berjudul “Can’t Stop”….

Semua itu terus berjalan normal sampai suatu saat…..

Kita saling MARAH karena kita memang saat itu sedang “panas-panasnya”, ya, kita akhirnya ribut sampai kamu tidak mau ketemu aku lagi. Dan akhirnya esok sore aku rela samper kamu ke rumah mu di Tangerang sana walau aku sendiri dari Bogor…

Disitu aku memulai obrolan (lagi) dan kamu tetap tidak mau memaafkan ku, sampai kamu ngajak aku ke es kelapa langganan kita. Tapi sayang kita malah kehujanan sampai kita pun akhirnya neduh. Disitu aku merasa perlu menanyakan lagi alasan marah kamu kenapa…..

“Kamu kenapa marah? Jujur aja sama aku, mau kamu maki juga tidak masalah kok..”

Lalu kamu berkata….

“Yaa kamu pikir aja, emang enak kamu ngomongin mantan-mantan kamu mulu di depan aku?”

Disitu aku pun merasa, bahwa kamu sudah mulai menaruh perasaan dan memperlihatkan keseriusan. Dan sial, akhirnya aku pun merasakan juga yg namanya “baper” sama “Stranger”… Sungguh, sesuatu yg sebenarnya aku rasa “aneh” saat itu…

Hari dan Bulan pun silih berganti, kita terus menjalani rutinitas seperti biasa. Entahlah, saat itu kita selalu chat “lebih” dari “teman” seperti berpacaran namun tanpa status. Entahlah, menurut ku menyayangi seseorang itu tidak perlu harus memiliki status TERKECUALI jika sudah menikah…. Yang penting cukup tau saja, aku sayang kamu begitu juga sebaliknya…

Seperti lagu dari Audioslave berjudul “Show Me How To Live”…..

Ya, memang kisah kita berjalan dengan indah sampai suatu saat….

Jumat, 18 Agustus 2017….

Kita berantem hebat lagi, dan disini sepertinya kamu memang sangat amat marah. My bad, aku salah bicara memang saat itu. Lalu sore nya karena saat itu aku juga sedang di GIIAS 2017 untuk membeli mobil, aku pun menyempatkan diri untuk pergi ke rumah mu untuk berbicara. Ketika sampai, kamu pun tetap tidak mau bertemu dengan ku dan aku memaksa. Lalu kita pun bertemu dan aku ajak kamu ke es kelapa langganan (lagi). Disitu kamu lebih banyak diam seperti tak mau berbicara padaku, sampai ketika aku bertanya….

“Kamu kenapa? Maaf jika aku buat kamu marah lagi…”

Disitu pun kita berbicara sampai akhirnya kamu berkata….

“Maaf, tapi selama ini gue gapunya RASA sama lo…”

Ya, It hurts….. So Bad….. Really……..

Disitu aku, untuk kedua kalinya menangis karena wanita. Ya, yg pertama adalah ketika aku ditinggal mati oleh kekasihku dulu, dan ini adalah yg kedua. Seandainya kamu bisa tau rasanya yg aku alami waktu itu bagaimana…..

Kamu berusaha menghiburku namun aku lebih banyak menghindar, lalu aku berinisiatif mengantar kamu pulang. Saat itu aku lebih banyak terdiam, karena shock. Sampai kamu pun akhirnya mengajak aku untuk makan nasi bebek langganan kita, ya.. Entah kenapa aku meng-iyakan walaupun….

…..I’ll continue to smile, no matter how hurt I am…..

Setelah makan, kamu mengajak aku untuk pergi menonton pembukaan Asian Games 2018 di Monas. Dan benar saja, ramai sekali saat itu. Sampai akhirnya aku mengantarmu pulang, dan seperti biasa pasti aku sampai rumah diatas jam 2 pagi….

Ada suatu waktu dimana aku sedang menyusun “Projek” ku, tentang Elektabilitas Machine Learning dengan AI dimana dibutuhkan juga ilmu humaniora untuk menyelesaikannya. Suatu langkah yg sangat amat berani bagi orang seperti aku, karena orang yg berani “nyentuh” ilmu tsb pasti sudah di jenjang Magister sampai Doktoral. TAPI aku pun menantang diriku sendiri saat itu…..

Sial, ada pikiran jahat yg terlintas di pikiran ku karena sakit hati ku terhadap kata-kata mu saat itu. Ya, aku menjadikanmu “Subjek Penelitian” ku pada akhirnya. Lalu aku “eksekusi” kamu dengan rencana ku tsb dan rupanya berhasil. TAPI aku sangat amat sadar waktu itu dengan konsekuensinya, kamu pasti akan sangat amat membenci ku dan itu akhirnya terjadi. Aku sudah siap saat itu….

Namun di satu sisi, aku saat itu langsung merasa bersalah. Aku menyalahkan diriku sendiri atas kebodohan yg ku perbuat….

Aku ingin menjauh pun tidak bisa…

Aku ingin meneruskan “kejahatan” ku padamu pun juga menyiksa diriku sebenarnya….

Lalu aku pun hanya bisa “menjaga” kamu dari jauh, semampu yg aku bisa….

It Doesn’t Remind Me, Of Course….

Setelah “projek” ku selesai, aku pun berhenti untuk “mengetes” kamu baik di Saya ataupun secara personal. Sejujurnya pun aku hanya sekali curhat kepada satu orang pula, dan dia wanita. Ya, aku memang “childish” ketika menanggapi masalaha tsb, bahkan kamu sampai menganggap aku “freak”, tidak masalah. Aku sudah siap dengan kata-kata tsb sejak awal…. Dan aku rela serela-relanya….

Ya, “projek” itu awalnya adalah bentuk dari “balas dendam” ku kepadamu. Tapi percayalah, sebenarnya aku sendiri merasa sakit ketika harus menyiksa mu seperti itu, sayang kamu tidak tahu (dan mungkin tidak mau juga) betapa tersiksanya aku ketika melakukan itu semua…

Aku memang salah….

Aku memang BODOH….

Aku memang JAHAT….

Terserah kamu mau sebut apa, aku siap… Dan aku tidak akan dan tidak pernah membela diriku….

Bahkan sampai sekarang pun aku tidak pernah tau apakah kamu saat itu beneran ada rasa padaku atau tidak, selama waktu tsb….

Btw sejujurnya ketika aku curhat tentang masalah tsb, aku selalu memuji kamu. Tidak pernah sekalipun aku menjelek-jelekkan dirimu, aku selalu bercerita (dan aku tidak pernah sebut nama dan kasitau siapa orangnya saat itu) bahwa kamu itu wanita yg baik, dan pengertian serta penuh kasih sayang yaa walau kamu itu punya mood yg kurang bagus sebenarnya….

Ketika kamu sempat menyukai seseorang pun, aku sangat mendukungmu dan berusaha untuk mendekatkan dirimu padanya. Kenapa? Karena aku tau dia adalah sosok lelaki yg baik, walau sebenarnya “menyiksa” dirimu. Tapi demi kamu, tidak apa-apa….

Banyak yang mencari serta penasaran dengan dirimu sebenarnya, tapi aku memilih untuk diam saja…

Kisah ini mirip seperti lagu dari The Corrs berjudul “Runaway”, bukan?

“I will Runaway…”

“I Will Runaway, with you…”

TAPI kisah ini pun harus berakhir dengan Sad-Ending seperti Hikayat 5cm per Second karya Makoto Shinkai….

Entah sudah berapa kali aku meminta maaf padamu, mungkin sampai kamu bosan juga melihatnya bukan? Jadi mungkin lebih baik aku mengucapkan selamat tinggal saja, karena setelah SayaApp ini ditutup mungkin kita tidak akan bertemu lagi untuk selamanya. Atau mungkin kita dipertemukan lagi di waktu dan tempat lain yg akan datang, mungkin dan itu jika kamu masih mau bertemu dengan ku lagi….

Semoga kamu bisa meraih impian-impian kamu yang pernah kamu bilang ke aku, dan kamu bisa mendapat lelaki yg jauh lebih baik dari diriku ini yg hina. Jangan lupa agar terus menjadi Agtha yg sama, yg selalu penuh akan Empati pada sesama baik ke anak kecil maupun ke hewan. OIYA, jangan bergadang terus, gak baik untuk kesehatan kamunya juga. Terima kasih karena sudah pernah mampir dan jadi bagian dari perjalanan serta kisah hidupku ini, biarkan ini jadi kenangan layaknya sebuah DRAFT StoryBoard film yg tidak sempat untuk dibuat….

Dan ya, aku…. Masih sayang sama kamu, walau kamu tidak.

Perpisahan ini seperti lagu dari Air Supply berjudul “Goodbye”…..

Surat ini akan kututup dengan sebuah baris lirik dari salah satu Band favoritku yaitu The Corrs, berjudul “Hopelessly Addicted”…..

“I’ll make a wish this day”

“And I’ll send it to the heavens”

“That we will always stay”

“Entwined like this forever”

“And though the world may change”

“Cause nothing stays the same I know we will survive”

“I don’t know why but suddenly I’m falling”

“Was I so blind”

“I was loving you all the time”

“Now I’m hopelessly addicted”

“Naturally, we acted”

Liriknya “meaningful” btw, dan ku harap kamu tidak penasaran apa makna lagu tsb, Selamat Tinggal…. Agtha….

Tertanda: Seseorang Yang Pernah Dekat Sekali Dengan Dirimu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*