Surat #1144 My Favorite, Cyrilla

Teruntuk: My Favorite, Cyrilla

Hai, Cyrilla…

Kamu apa kabar?

Apa kamu sehat?

Apakah air putih hari ini cukup untukmu?

Apakah jaket tebal melindungimu dari udara di kota barumu?

Apakah tidurmu nyenyak?

Apakah sinusmu menganggu tidurmu?

Atau pekerjaanmu mengubah jam tidurmu?

Banyak pertanyaan yang ingin kuajukan, tapi, sayangnya, aku bukanlah Helmi Yahya atau Tantowi Yahya. Iya, aku Kudbar Punk Rock Jalanan yang kau kenal dengan tembang Selinting Ganja. Aku Kudbar yang kau berikan tiga surat di event sebelumnya. Iya kamu, Cyrilla; dan aku, Kudbar, orang asing yang dipertemukan oleh aplikasi ini lima bulan yang lalu.

Mengapa kamu jadikan aku stranger terbaikmu? Karena aku mematahkan mitos bila stranger akan menjadi stranger itu salah. (Ga ngerti gue maksudnya?????)

Apakah aku spesial? Tidak, aku bukan martabak, apakah aku penyabar? Tidak. aku bukan nabi, apakah aku perhatian? Tidak, aku bukan pembicara di setiap bus Trans Jakarta, Trans Jogja, ataupun Trans Semarang. Mengapa kamu terus memujiku? Padahal aku bukan berhala.

Berangkat dari modus operandi yang kulancarkan kepadamu berakhir sempurna ketika kudapat Skypemu. Tidak bosan-bosannya kita berdialog sampai langit menjadi biru, sampai merbot di tiga masjid dekat rumahku ikut masuk dalam obrolan kita. Ya, Cyrilla, kita lakukan itu hampir setiap hari berbataskan jaringan seluler.

Semoga kamu bahagia dengan masa depan yang mulai kamu bangun sekarang, aku tak bisa membawamu terbang ke tempat yang kamu tuju. Aku hanya bisa membuat gambaran nyata atau mungkin sedikit tak nyata dengan sedikit bising nada minor menyandu bahkan mungkin mengganggu. Semoga lantunanku ‘kan membawa sampai dalam memorimu merasuk sampai ke bagian otak reptil yg terdalam merekam dan nantinya tanpa sengaja kamu ingat, yaa, lagu Slank berjudul #1, mungkin sempat menjadi favoritmu di kala jenuh di depan layar komputer. Sempat ada rasa bangga di kala suaraku menjadi penyemangat harimu, di kala suaraku mengalahkan band-band indie favoritmu atau playlist radio yang pasti memanjakan kuping banyak orang, terima kasih telah sempat berikan itu.

Hey, Cyrilla, ini bukan suatu perpisahan, percayalah kita akan bertemu lagi entah di mana dan entah kapan. Mungkin ketika ratusan proyek yang sudah kamu kerjakan, atau setelah ribuan lagu yang sudah aku ciptakan, setelah cita-cita kita yang berhasil diselesaikan. Meskipun kita pernah mempunyai cita-cita yang sama, tetapi selalu ada yang berhasil mengobatinya bila romansa lima bulan itu kita putar sejenak.

Terima kasih untuk menjadi bagian kenangan indahku di SayaApp, terima kasih pula untuk Oom-nya Kamu yang menghidupkan event ini lagi walaupun SayaApp sudah resmi ditutup namun surat-surat ini mungkin bisa menjadi mesin waktu kita dikemudian hari. Dan semua yang hilang di SayaApp biar menjadi hiasan hidup bahwa pernah ada aplikasi yang berhasil menemukanku oleh banyak orang dan tak ada aplikasi lain yang membuat kesan sebesar ini dan melekat di sudut jaringan otak hingga berakselerasi sampai ke hati.

Tertana: Your Punk Rock, Kudbar

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat di event #TerimaKasihSayaApp, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Undangan Menulis Surat di Event Terakhir: #TerimaKasihSayaApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*