Surat #1032 Pein.akatsuki ._.

Teruntuk: Pein.akatsuki ._.

Minggu, 22 Oktober 2017. 23.00 Waktu Indonesia Bagian Menulis Surat

Hai Pein Akatbucin, bagaimana kabarmu di sana? Makan mulu ya tapi ga gendut-gendut =)) Pein gimana? Udah ngerasa ada perubahan belom? Hhm yang aku liat sih kamu mulai sedikit ada perubahan lebih baik tapi masih sensitif dengan hal itu. Pein, nikmatilah keadaan yang kamu punya sekarang, yang lalu biarlah berlalu dan jadikan pelajaran. Pein, banyak belajar yaa saat kamu di luar, lihat juga ke sekitarmu lalu jangan lupa bersyukur.

Pein, malamku saat ini terasa sunyi dan sejuk, berhubung mood-ku lagi bagus jadi aku ingin melanjutkan niatku menyampaikan beberapa hal ke kamu di surat ini. Aku menulis surat ini bukan karena kamu telah lebih dulu menulis surat untukku. Kalaupun nanti radar kamu bisa tahu aku siapa, yha cukup diam gausah sebut aku di post-an atau personal chat. Suratku kali ini ingin menjelaskan ke kamu, ke pembaca, akan artinya permainan hidup. Yap permainan, kamu yang mainkan atau kamu yang dimainkan.

Pein, hidup itu kadang lucu, kita bisa aja benci sama seseorang tapi keesokannya orang yang kita benci bisa jadi seseorang yang sangat kita sayangi. Pein, hidup itu bukan tentang balas-membalas, ini hidup bukan chat yang harus dibalas. Ha-ha-ha. Pein, hidup itu tentang bagaimana kita menanam lalu menuai hasil yang kita tanam, apa pun yang kita dapat dari hasil yang kita tanam yha harus kita terima seburuk apa pun itu. Apakah bahasaku terlalu berat? Apakah analogiku bisa kamu pahami? Semoga iya, Pein, begitu juga dengan semua untaran nasihat dan kata-kata yang aku sampaikan ke kamu dari yang aku nyalahin kamu yang BODOH dan SALAH sampe kata-kata nasihat sok bijakku, yang menurutmu: “Lo emang tau gue banget.

Oh, iya Pein, aku mau ngucapin terimakasih sekaligus salam perpisahan, semoga surat ini bisa kamu baca ulang ketika kamu ada masalah dan ingat dengan pesan-pesanku. Terimakasih untuk masalah yang kamu sharing. Dari masalahmu itu aku belajar banyak, salah satunya aku belajar lagi gimana memahami karakter orang lain dan mengasah diriku yang kamu suka sebut *sensor* (Kalo disebut nanti pembaca selain kamu tau dong aku siapa. Ha-ha-ha). Terimakasih waktunya, udah mau gue telepon tiap pagi buta sampe kita ketiduran. Ha-ha-ha. Nelepon lo tuh seru, loh, Pein, bisa denger suara-suara gaib, sampe gaibnya bisa denger suara orang ga bisa nyebut R *eh. Terimakasih juga buat niat baiknya yang mau membantu aku mencari tau soal si Masku. And the last, aku sangat berterimakasih ke kamu telah menganggap dan bisa melihat sisi lain dariku  sebagai wanita yang kuat dan dewasa di saat orang lain, bahkan kedua orang tuaku, masih memandangku sebagai perempuan kecil yang manja dan sangat kekanakan.

Pein, semoga masalah ini bikin kamu lebih dewasa lagi dalam menjalani hidup entah dalam percintaan ataupun yang lain. Klo ga berubah, emangnya kamu ga capek baca dan denger nasihat orang-orang di Aplikasi Saya soal masalah itu? Aku aja jenuh, Pein, gimana si dia? Ayoklah, stop dan mulai jalani hidupmu kembali tanpa bayangan masalah itu lagi. Stop nyalahin diri sendiri, stop merasa kamu orang yang paling jahat, kamu ga jahat Pein, cuma salah bersikap untuk melindungi dirimu hhm bukan berarti dia yang salah. Kamu dan dia sama, sama-sama tidak benar dan tidak salah, kalian hanya salah tempat makanya bisa beda pemahaman.

Teruntuk warga SayaApp, dengan siapa pun kamu punya masalah, janganlah menghakimi dirimu sendiri apalagi orang lain, anggeplah masalah itu hanya segelintir ujian hidup yang harus kalian lewati dengan bijak dan sabar. Percayalah, masalah muncul karena beda pemahaman, jadi janganlah saling memaksa untuk sepaham apalagi membuat asumsi sendiri. Jadi, lebih baik dikomunikasikan dengan baik sampai kalian menemukan titik tengah dari pemahaman yang berbeda.

Jangan tanya kenapa aku menulis surat ini, bukannya menyampaikan langsung hal ini ke kamu. Alasannya karena, kalo teleponan atau chatan, aku suka ga fokus dan lupaan apa aja yang mau disampaikan. Berhubung bates pengiriman tinggal beberapa menit lagi, jadi surat ini aku sudahi dulu, ya, Pein, kalo ada yang ketinggalan, mungkin akan aku sampaikan langsung nanti ke email-mu (setelah delete akun Line).

Sampai berjumpa di kehidupan yang sesungguhnya.

P.S.: Aku harap ga di Jakarta, ya, karena aku pun punya rencana ingin melanjutkan kuliahku di Negara itu.

Tertanda: Dukunmu yang Masih Berharap Seagama dengan Masku Ha-Ha-Ha

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat di event #TerimaKasihSayaApp, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Undangan Menulis Surat di Event Terakhir: #TerimaKasihSayaApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*