Surat #885 Semua Laki-Laki

Teruntuk: Semua Laki-Laki

Saya hanya ingin bercerita sedikit tentang hidup.

Saya dilahirkan oleh mama yang sangat amat menyayangi saya, saya pikir dia adalah malaikat tanpa sayap, karna dia membesarkan saya sendirian. Ya, benar benar sendirian. Saya punya papa, tapi saya tidak pernah merasakan hangat kasih sayang sosok yang sering disebut papa.

Saya kadang iri kepada anak anak yang keluarganya sangat harmonis dan memiliki keluarga lengkap. Saya sangat amat iri dengan anak anak yang merasakan bagaimana mempunyai sosok papa. Saya juga ingin merasakannya. Saya pernah bertanya kepada Tuhan, kenapa saya dilahirkan mempunyai ayah bajingan, yang bisanya hanya menyakiti perasaan mama saya.

Saya capek melihat mama saya menangis. Saya capek melihat mama saya dipukuli, saya waktu itu masih amat kecil, dan tidak seharusnya anak kecil melihat kejadian seperti itu. Hingga sampai papa saya meninggal pun, saya tidak pernah sedikitpun merasakan kasih sayangnya.

Hingga saatnya saya tumbuh dewasa, kejadian-kejadian itu terus berulang di benak saya, bagaimana papa saya memukuli mama, bagaimana brengseknya dia menikahi wanita lain tanpa tau perasaan mama. Mama saya mempertahankan hubungan mereka hanya karna dia tidak mau putrinya ini tidak memiliki papa, walaupun tidak sudi rasanya saya mengucapkan kata papa untuk laki-laki bajingan seperti dia.

Dari situ, saya merasa laki-laki semua itu sama, semua brengsek, bajingan. Jangan salahkan saya kenapa saya berpikiran seperti itu, salahkan papa saya kenapa dia yang membuat pemikiran saya begini. Pemikiran saya seperti itu berlaku hingga saya bertemu pria. Ya, dia benar benar pria gentleman, he treats me like a princess. Dia memperlakukan saya seperti saya ini barang pecah belah yang mudah rapuh, sangat rapuh. Dari situ saya mulai mengubah pemikiran saya ternyata masih banyak laki-laki baik. Tapi tidak berlangsung lama, hanya 2 tahun saya merasakan hangatnya kasih sayang tulus laki-laki tersebut.

Masuk tahun ke 3 dia berubah menjadi laki-laki brengsek, laki-laki yang benar-benar sangat amat berbeda, laki-laki yang bukan saya kenal, saya pernah dipukuli, dihina, bahkan dia berkata, tanpanya, saya bukan apa-apa. Ya, memang benar, tanpanya, saya memang bukan apa-apa.

Pemikiran saya kembali berubah seperti dulu, bahwa cepat atau lambat, semua laki-laki pasti menjadi brengsek. Pemikiran saya sudah sangat amat bulat. Bahwa semua laki-laki brengsek. Maaf, saya berpikir seperti ini hanya karena satu laki-laki yang harusnya mengajarkan saya, menyayangi saya tulus, menjaga saya, tidak melakukan hal itu kepada saya.

Buat laki-laki di luar sana, atau yang membaca surat saya ini, saya hanya ingin mengatakan, jangan pernah kalian menyakiti hati perempuan. Jangan pernah sedikitpun kalian mengatakan kata kasar atau bahkan main tangan dengan perempuan. Karena kalian tidak tahu seperti apa masa lalunya, apa saja yang sudah dia lewati, perempuan itu diciptakan bukan buat jadi boneka kalian, tapi buat mendampingi kalian. Saya harap masih banyak di luar sana laki-laki yang sangat amat baik. Ya, saya sangat mengharapkan keajaiban itu terjadi. Karna sampai detik ini pemikiran saya masih sama. Bahwa semua laki laki akan menjadi brengsek cepat atau lambat 🙂

Tertanda: Anonim

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat di event #TerimaKasihSayaApp, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Undangan Menulis Surat di Event Terakhir: #TerimaKasihSayaApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*