Surat #810 Kalian Semua

Teruntuk: Kalian Semua

Entah kenapa surat-menyurat kali ini terasa ada yang aneh, seperti tidak memiliki keinginan untuk menulis surat untuk beberapa user, atau mungkin emang masa-masa bersama yang dulu sudah mulai pudar?

Dulu, ketika saya menuliskan surat dalam event #30HariSayaAppMenulisSurat saya tak harus memiliki alasan khusus. Maksud saya, saya hanya mengetik sesuai apa yang terjadi, apa yang saya lihat, apa yang saya rasakan saat bersama mereka (baca: orang yang saya kirimi surat). Namun, sekarang sepertinya harus memiliki alasan khusus yang saya pun tak tahu apa itu. Atau mungkin, perasaan tidak memiliki keinginan ini adalah refleksi dari beberapa kejadian di dalam kehidupan saya.

Karena, jujur. Saya merasa semakin kesini semakin banyak topeng-topeng yang terbuka. Anda tidak setuju? Ahh, jujur saja! Kenyataanya semua orang memang memiliki topengnya sendiri-sendiri untuk dapat bisa berkomunikasai dengan orang lain. Dan itu bukan hanya berlaku di real life tapi di dunia virtual seperti ini. Bahkan setahu saya banyak orang lain yang mengaku mengeluarkan “sisi lain” dalam dirinya di dunia virtual seperti ini. Dan karna ini hanya topeng, sifat aslinya tetap ada pada dirinya sendiri. Yang, hanya membutuhkan waktu untuk mengeluarkan sifat asli tersebut.

Seperti serigala yang rela memakai kostum domba hanya untuk berbaur serta memantau siapa domba terlemah dan siap menerkam saat domba tersebut sendirian. Seperti kera yang dapat memanipulasi atas pencurian yang dia lakukan. Ya, seperti itu.

Tapi. Mereka tidak paham bahwa yang salah akan tetap salah, dan akan terbongkar dengan sendirinya. Mungkin saya adalah domba yang bodoh dan lemah. Mereka yang saya kenal tak perlu waktu lama untuk mendapatkan kepercayaan saya, kepercayaan yang disalahgunakan.

Namun. Mereka salah. Saya memang bodoh. Tapi saya terus berpikir, saya terus belajar.

Saya memang lemah. Tapi saya terus tumbuh,sampai terbiasa dengan sifat mereka, hehe.

Semakin kesini semakin saya pahami beberapa kepribadian mereka.

WHOAAAAA banyak. Ternyata BANYAK! Banyak yang hanya berlaku baik agar mereka masuk ke dalam circle yang kebetulan ada saya di dalam sana. Ya saya bisa dibilang seperti jembatan agar mereka bisa masuk kedalam topic yang sedang dibicarakan.

Sebulan, dua bulan, dan bulan-bulan lainnya. Terlihat. Diam-diam saya ditusuk dari belakang. Dicari saat butuh. Diperlakukan se-enaknya. Lucu sekali. Lama kelamaan, semuanya runtuh. Pertemanan yang dimulai dengan niat baik menjadi tak karuan dan perlahan menjauh. Menyisakan jarak yang amat sangat panjang.

Seperti di atas. Lama-kelamaan saya terbiasa. Dijilat dengan kata-kata manis dan senyuman palsu yang sudah menyiapkan pisau dibalik badannya, yang siap menusuk kapanpun saya lengah. Namun sekali lagi. Saya amat sangat bodoh bila tetap masuk ke dalam tipuan licik seperti itu. Bukan. Bukan saya bermaksud untuk memukul rata bahwa semua orang seperti itu. Tapi berjaga-jaga tidak ada salahnya,kan?

Ya mungkin sebab ini lah yang menyebabkan tidak memiliki keinginan tersebut.

Namun seperti di atas. Saya belajar. Saya pun meilhat beberapa kepribadian yang dicap “bad” ternyata adalah orang-orang yang sesungguhnya memiliki kepribadian yang unik. Mereka baik, tapi saya bingung, mengapa mereka menciptakan cap “bad” pada diri mereka sendiri?

Oh. Mungkin mengajarkan saya agar tidak melihat dari 1 sudut pandang. Tidak melihat dari “cover

Yah, pendapat saya di atas belum tentu benar dan belum tentu sangat penting untuk kalian.

Tertanda:  Me

P.S.: Saya bukan orang psikologi. Maaf jika ada kesalahan.

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat di event #TerimaKasihSayaApp, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Undangan Menulis Surat di Event Terakhir: #TerimaKasihSayaApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*