Surat #808 Seluruh User SayaApp

Teruntuk: Seluruh User SayaApp

Halo!

Jujur saja, saya tidak pernah mengira bahwa semua akan berakhir secepat ini. Ya, betul, mungkin kita akan berpisah dan tak akan pernah bertemu lagi (kecuali kalau kalian secara kebetulan ketemu saya di App anon lain yang akan saya install).

Setahun lebih bermain aplikasi ini, saya menyadari bahwa SayaApp tidak hanya sekedar “permainan” yang digunakan untuk mengisi waktu luang, membunuh kegabutan, sekedar menumpang mencari eksistensi, dan mencari teman. Ada hal yang saya lebih peroleh: keterbukaan pikiran.

Awal mula saya bermain, keluar dari “penjara” setelah dibanned 3 bulan, saya melihat aplikasi ini isinya itu-itu saja. Lagi-lagi orang yang mencoba mencari eksistensi dengan cara yang buat saya mundane. Lalu, saya berpikir kepada diri sendiri: daripada saya ngeluh terus, saya buat perbedaan.

Di kala user-user lain sibuk tubir untuk hal-hal yang sebetulnya tidak terlalu butuh untuk diperdebatkan, saya membuka sebuah lapak untuk berdebat dan membuka pikiran, saat itu mengenai ospek. Kemudian, setelah itu, saya buka lapak diskusi santai mengenai pendidikan dan kecerdasan. Apakah itu berjalan mulus? Tentu tidak, segelintir user sibuk menyindir, “Ngapain main ginian dibawa serius?”

Saya tidak gentar.

Berkali-kali saya buat lapak serupa, dari yang awalnya hanya dikomentari mungkin tidak sampai 80 orang jadi mulai ratusan. Di sini, interaksi antar pengguna juga menjadi sangat penting karena di situlah kita bertukar pikiran dan saling koreksi. Apa yang selama ini saya buat tidak hanya sekedar “debat“, tapi saya mencoba untuk menarik teman-teman keluar dari zona nyaman pikiran, dan mempertanyakan apa yang selama ini teman-teman percaya.

Awalnya, kurang banyak yang berpartisipasi, namun lama kelamaan semakin banyak serta aplikasi pun mulsi dimasuki orang-orang yang senang berdiskusi dan mencapai puncaknya ketika lapak “BREDEL” yang menjadi lapak bedah buku dan diskusi muncul. Tentu saja saya senang, karena artinya semakin banyak orang yang bertukar pikiran dan artinya membuka pikiran saya.

Setelah itu, saya pun mencoba membagi tips-tips dari pengalaman yang sudah saya alami. Itu semua, namun, lagi-lagi bukan tanpa halangan. Ada aja yang bilang saya sok intelek sok pintar atau pamer dan semacamnya.

Baiklah, saya buat lapak Kampung Inggris, di mana saya membagi pengetahuan Bahasa Inggris saya serta meminta teman-teman mengkoreksi saya juga. Hasilnya, antusiasmenya cukup besar dan yang terlibat sangat banyak. Saya sangat senang, terutama karena teman-teman tidak hanya menerima dikte tapi juga turut mengkoreksi saya.

Dari sini saya menyadari, aplikasi ini bukan sekadar pengisi gabut atau ajang pamer dan pencarian eksistensi. Aplikasi ini adalah komunitas dan apapun bisa dilakukan di dalamnya. Saya sendiri, dari dulu memiliki visi di aplikasi ini untuk menjadi seseorang yang bertukar pikiran dan mengajak teman-teman belajar bersama di sini.

Di hari-hari senjanya, semoga SayaApp tetap bisa menjadi sarana saya membagi semua ilmu dan segala macam kritik serta saran akan saya terima.

Ingatlah, tetap belajar. Not knowing things is not dumb, but pretending that you do is.

Tertanda: Indomie Rebus Ayam Bawang

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat di event #TerimaKasihSayaApp, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Undangan Menulis Surat di Event Terakhir: #TerimaKasihSayaApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*