Surat #704 Paseban Kafe

Teruntuk: Paseban Kafe

Betapa buta aku saat itu, melihat kehidupanku yang tak kunjung menemukan titik bahagia. Lalu, saat itu kamu datang menyelamatkan aku dari kegelapan yang menjadi hidupku. Kamu hadir menarik aku keluar dari lubang yang sudah terlanjur aku lompati.

Betapa bahagianya aku, berharap sesaat lagi aku akan menemukan tenang yang aku impikan. Kekosongan yang selama ini aku renungkan, seakan-akan kamu babat habis dengan mudahnya. Tahukah kamu betapa kagumnya aku? Ya, kamulah pahlawanku, saat itu.

Harapan-harapan itu muncul dengan sendirinya tanpa aku rencanakan. Bukan maksud aku menganggap bahwa kamu harus selalu hadir. Maka, salahkah aku jika aku menganggap kamu milikku?

Lalu kekhawatiran yang ada di benakku, telah menemukan jawabannya. Kamu mengikrarkan janji bahwa aku milikmu, dan kau milikku. Merekah senyumku pertanda bahwa hatiku tenang, beranggapan bahwa dunia ini hanya milik kita

Angin berhembus menerjang pepohonan musim demi musim. Sembari melewati ruang dan waktu, aku dan kamu tersenyum sebagaimana mestinya. Masih disini bersamaku keberadaanmu. Akan tetapi, tunggu, ada yang lain dari senyummu.

Seperti ada yang hilang dari senyummu. AkuĀ  berusaha mencarinya dengan tetap tenang, agar tidak mengganggu pura-puramu.

Sampai akhirnya aku sadar, bahwa aku bukanlah satu-mu.

Tertanda: Anonymous

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat di event #TerimaKasihSayaApp, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Undangan Menulis Surat di Event Terakhir: #TerimaKasihSayaApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*