Surat #688 Anais

Teruntuk: Anais

Di tempat.

Jakarta 08 Oktober 2017.

Surat ini saya tujukan kepada Anda, dengan sadar dan tanpa rekayasa, bahkan tanpa saya lebih-lebihkan sedikit pun. Sedikit saya sampaikan bahwa surat ini mengandung sedikit nuansa canda, tanpa mengurangi esensi dari keseriusan surat ini.

Awalnya, Anda adalah penampung kesedihan saya. Segala keluh kesah saya sampaikan kepada Anda. Entah, namun saya sangat percaya bahwa Anda orang yang tepat untuk menjaga cerita ataupun rahasia saya. Bulan penuh berkah waktu itu. Ya, Anda juga ingat kan? Entah kebetulan atau bagaimana, waktu itu seperti momen yang tepat untuk saya chat Anda. Anda puasa, saya bekerja. Setiap jam 3 dini hari, baik kurang ataupun lewat, saya sempatkan membangunkan Anda. Di sini saya sangat berterimakasih kepada provider Tri, berkat quota murah, saya tidak perlu beli pulsa. Cukup quota.

Singkatnya, Anda dan saya semakin dekat. Dekat dalam artian kita sama-sama menikmati perbincangan kita. Topik, bahasan, candaan, dan segala yang ada pada Anda, saya suka. Anda pun tidak begitu risih dengan saya yang seperti ini. Memiliki image buruk, sangat buruk. Dan terkadang, candaan saya tidak dapat diterima oleh sebagian orang. Terimakasih telah sabar menghadapi saya. Dan, entah bagaimana, saya tertarik dengan Anda. Sangat teramat tertarik. Sebabnya hanya satu: Anda membuat saya nyaman. Ya, se-simpel itu. Dan saya pun langsung mengatakannya kepada Anda.

Buka-bukaan Taman Menteng!!! Acara yang selalu saya sebut ketika menjelang Anda pulang ke Jakarta. Saya amat teramat ingin bersua dengan Anda di acara itu sebenarnya. Dan Anda pun ingin datang ke acara itu. Sayang, Anda terlalu lelah. Padahal, asal Anda tahu, nama Anda selalu saya sebut ketika ada yang bertanya, Inu dateng sama siapa?” Bahkan, tanpa ditanya, saya mengatakan, Gue entar dateng sama Anais.” Walaupun saya tahu lawan bicara saya tidak peduli bahkan muak dengan saya, saya tidak perduli. Saya sangat bangga dengan Anda, sebangga itu.

Saya lupa tanggal berapa, yang pasti tidak jauh dari acara yang saya sebut di atas. Kita akhirnya bersua. Di perpustakaan di salah satu universitas di Indonesia. Alias UI—biar gampang. Anda terlebih dahulu tiba, saya menyusul. Membawa dua helm, satu Bogo Kw satu helm telor asin kebanggaan saya; saya ngebut dari rumah. Dengan cepat saya memarkirkan kendaraan saya, kemudian masuk ke dalam perpustakaan. Jujur, itu pertama kalinya saya masuk ke perpustakaannya. Biasanya, hanya ngopi-ngopi cantik di bawah. Segera saya antre, dan saya mendapatkan sticker (gila, itu keren banget alias biasa aja, kalik, ini apaan sih pake ginian). Lanjut, saya naik lift. Saya kembali chat Anda, bertanya Anda di mana. Di kejauhan Anda sudah melambai. Saya lihat. Saya ke toilet terlebih dahulu. Dengan semangat saya menghampiri ruangan tersebut. Ketika ingin masuk, ditegur oleh petugas, “Mas maaf, ga boleh bawa tas.” Ya, anjing memang. Akhirnya saya ke bawah lagi hanya untuk menitipkan tas. Brengsek bener.

Ya, biar saya persingkat. Setelah pertemuan itu, banyak pertemuan pertemuan-pertemuan lainnya yang membuat saya merasa makin nyaman dengan Anda. Saya tidak mengerti, mengapa Anda bisa tahan dengan saya. Namun itu menjadi alasan saya juga menyukai Anda. Perasaan saya tumbuh, dan terus bertumbuh hingga sekarang. Dan, karena awal kita dekat hanyalah sebagai teman cerita, akhirnya kita sama-sama saling mengetahui apa yang membuat kita suka maupun tidak suka. Bagaimana harus bersikap, dan semacamnya. Saya, sangat mencintai Anda. Sangat amat teramat mencintai Anda.

Satu yang harus Anda tahu, Anda sempurna tanpa cela.

At least, sejauh ini.

Tertanda: Dengan penuh cinta, Psychedelic Bohemian

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat di event #TerimaKasihSayaApp, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Undangan Menulis Surat di Event Terakhir: #TerimaKasihSayaApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*