Fiksi Mini #3 Malaikat

Oleh: –

Hari-hari si anak ayam selalu dipenuhi dengan tanda tanya dan kegelapan. Hingga di penghujung April, si elang datang, mewarnai hari dan membantu si anak ayam menjawab tanda tanya-tanda tanya yang ada di hidupnya.

Dia terlalu lugu dan mudah rapuh seperti anak ayam pada umumnya. Dan si elang selalu berusaha untuk menjaganya dari incaran musang. “Jadilah seperti elang: cerdas dan kuat.” Ucap si elang, memberikan nasehatnya kepada si anak ayam.

Saat keadaan terpuruk yang dialami oleh si anak ayam, si elang selalu ada menemaninya. “Kamu malaikat?” Tanya anak ayam. Dan elanga pun menjawab, “Saya hanya seseorang yang dititipkan oleh Tuhan untuk menjagamu. Hingga suatu saat nanti, setelah kamu sudah cukup dewasa untuk menjadi seekor ayam, berakhir pula tugas saya untuk menjagamu.”

Anak ayam yang mendengar hal itu langsung menangis tersedu-sedu tanpa pengetahuan elang, yang sudah dianggap  Malaikat oleh anak ayam.

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang juga ingin berbagi tulisan (boleh berupa surat, opini, cerpen, kegelisahan, puisi, informasi event, tugas survey dsb), kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*