Cerbung: My Mysterious Lady #1 (Versi Bahasa Indonesia)

Ditulis oleh: Piscius

Dialihbahasakan oleh: SS

Disclaimer: Cerbung ini adalah versi bahasa Indonesia dari cerbung yang dimuat dalam versi bahasa Inggris sebelumnya. Untuk membaca versi bahasa Inggris bagian 1, kalian bisa klik di sini, ya.

Senja baru saja mereka saat aku sedang duduk bersama saudara laki-lakiku. Dua cangkir kopi menjadi sumber hidup kami saat itu. Lalu sesuatu muncul dalam pikiranku.

Aku ingin mencoba memikat para user perempuan yang berpikiran kritis di SayaApp. I sexualized them in a way that also desexualized them. Niat yang ambigu, memang.

Kubuat post: “Just give me the food and the boobs. Dan jadilah lawan bicaraku dalam setiap percakapan yang akan kita lakukan.”

Sesingkat itu. Sesingkat itu juga saat dia kali pertama muncul dan mulai menggores bagiannya di buku kehidupanku. Dia membalas dalam waktu yang cukup singkat dan cara yang sederhana.

“Yes, Sir.”

Ini menggugah rasa ingin tahuku. Saat kubaca bio-nya, deskripsi tentangnya seolah ingin mengatakan, kekayaan yang kumiliki nggak akan membuatnya tertarik sama sekali, kalau aku nggak cerdas. Hem.

Kumulai langkah pertama. Kuakui, aku memulai percakapan dengan cara yang kurang sopan, “Jadi, apa yang kita punya di sini? Si Penurut? Aku benar?” Kataku, melalui Private Chat.

Beberapa jam berlalu. Tapi, kami tidak peduli. Waktu menjadi hal yang tidak penting malam itu. Dan akan selalu tetap seperti itu.

Dia datang dan pergi seperti hari. Datang seperti sebuah terang, dan pergi seperti sebuah kegelapan. Kebenaran yang sulit dibantah. Dia datang dan pergi dengan cara yang sulit, dan tak terduga. Pergi saat hari-hari bahagia, datang saat hari-hari yang paling kelam.

Pertama kali dia pergi, itu bukanlah hal yang paling menyakitkan. Dia baru saja pergi tanpa penjelasan. Ini lucu. Aku berkata seolah dia pernah menjelaskan apa alasan dia pergi. Kenyataannya, dia tidak pernah.

Dia hanya pergi. Untukku, hari-hari menjadi sedikit terasa hampa. Saat aku mulai berpikir bahwa aku menemukan yang kucari, dia meniupnya seperti sebuah helaan napas pada cermin.

Aku menjalani hari di antara kembalinya dia dan usaha dalam menemukannya. Semuanya sia-sia. Aku tidak bisa menemukannya.

Dan seperti yang kukatakan sebelumnya, dia datang dengan cara yang tidak terduga. Dia menemukanku. Dan hari-hari saat dia pergi rasanya hilang begitu saja.

Lalu kami kembali pada rasa yang dulu pernah ada. Berbicara tentang Semesta dan semua yang ada di dalamnya.

Seperti kenangan indah yang kami miliki, ini harus berakhir di satu titik dalam struktur waktu dan kenyataan. Dia pergi karena beban yang ia tanggung sangat berat. Dia butuh waktu sendiri, dan sembunyi dari dunia.

Kali ini, aku yang meninggalkan jejak.

“Jika kau mencoba untuk mencariku, cari namaku (nama yang sama di setiap media sosial milikku) atau panggil aku di sini. Kau pasti akan menemukanku.”

Dan begitulah, hari-hari hampa yang lain kujalani.

Aku menunggu sepanjang hari, sampai dia kembali. Saat aku mulai kehilangan harapan, akhirnya dia datang.

Ikon biru kecil muncul di layar kiri atas HP-ku. Ada pesan Skype dari gadis yang namanya tidak asing lagi bagiku.

Dia hanya menyapa.

Pepatah mengatakan, “Curiousity kills the cat.” Aku tidak peduli. Aku tidak akan kehilangan apa-apa.

“Siapa ini?” Aku membalas dengan jantung berdegup kencang

Saat aku mulai mengangkat tubuhku dari tempat tidur, saat itu juga aku menerima pemberitahuan. Sesuatu yang tidak akan pernah kutahu akan menjadi salah satu momen paling bahagia dalam hidup.

Aku tidak mengharapkan siapa pun kecuali dia, saat itu.

Dia hanya menanyakan pertanyaan sederhana: “Kauingat aku?”

Bersambung..

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang juga ingin berbagi tulisan (boleh berupa surat, opini, cerpen, kegelisahan, puisi, informasi event, tugas survey dsb), kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*