Prosa #28 Prosa Spesial untuk suNathan

Oleh: Violencia

Discailmer: Prosa ini seharusnya dimuat kemarin sebagai hadiah dari Violencia untuk suNathan, tapi, karena Oom telat buka e-mail, jadi prosa ini baru bisa dimuat hari ini. Maap, ya, Vio, dan selamat berulangtahun suNathan. Selamat menikmati.

Maaf aku pernah mengabaikan kamu. Kamu terlalu bening di depan mataku.

Kamu adalah sebilah kaca yang amat bersih. Terlalu transparan untuk dilihat. Kamu adalah mata pisau. Terlalu silau sehingga sulit untuk kulihat.

Sekali lagi maaf, bahkan aku bukan yang pertama ketika hari spesial kamu. Aku bukan seekor ayam yang selalu menyambut sang fajar ketika terbit. Aku bukan seekor burung yang mengiringi tenggelamnya mentari kala sore hari. Dan aku juga bukan pelangi yang muncul setelah hujan.

Selamat ulang tahun. Semoga aku bisa menjadi seekor ayam untuk menyambut pagimu. Menjadi seekor burung agar dapat menemani senjamu. Juga menjadi pelangi ketika badai menerpa kehidupanmu.

Tak banyak yang bisa aku ucapkan. Apalagi aku perbuat. Sudah kubilang, aku hanya wanita jalang yang selalu memuja. Hanya dapat membuat prosa sederhana sebagai kado yang tak ada nilainya, melalu jari-jari kotorku.

Terima kasih kamu sudah menjadi pelangi ku. Kamu adalah senja dan fajarku.

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang juga ingin berbagi tulisan (boleh berupa surat, opini, cerpen, kegelisahan, puisi, informasi event, tugas survey dsb), kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*