Prosa #26 Rindu

Oleh: –

Satu tetes.. dua tetes.. tiga tetes…

Entah berapa tetes air mata yang jatuh dari pelupuk mataku.

Malam ini, di atas tempat tidur berseprai hijau, aku melakukan hal sama seperti biasanya. Memikirkan dirinya, mengkhayalkan tentangnya, berdoa untuknya dan terkadang menangis karenanya. Apakah ia merasakannya?
“Saya rindu.. saya rindu.. saya rindu..,” batin saya berteriak di kala sedang merindukan dirinya dan berharap firasatnya terketuk oleh mantra itu.

Orang bilang, obat rindu itu bertemu. Jangankan mengajaknya untuk bertemu, mengirim pesan “Saya rindu” saja terlalu canggung. Jadi, lebih baik saya simpan rindu ini sampai tiba waktunya nanti. Mungkin besok, mungkin lusa, mungkin tulat, mungkin tubin, atau mungkin rindu ini akan selalu berada di pojong ruang hati saya.

“Saya cemburu.. saya cemburu.. saya cemburu..,” Lagi-lagi salah satu mantra saya keluar begitu saja dari batin saya. Dan apakah firasatnya juga terketuk saat mantra itu terucap?

Saya cemburu dengan kasur kesayangannya yang selalu jadi tempat persinggahan di setiap ia ingin terlelap. Saya cemburu dengan angin kipas di ruang kamarnya yang selalu bebas untuk menyentuhnya. Dan yang paling saya cemburui adalah gadis itu. Gadis yang selalu mendapat perhatian oleh dirinya. Gadis yang berani bilang rindu dan cemburu kepada dirinya. Bisakah saya menggantikan gadis itu?

Seperti malam biasanya, saya selalu terlelap dengan harap bisa merengkuh dirinya.

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang juga ingin berbagi tulisan (boleh berupa surat, opini, cerpen, kegelisahan, puisi, informasi event, tugas survey dsb), kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*