Prosa #25 Prosa Balasan untuk Aira Lair

Oleh: Zhee

Disclaimer: Prosa ini adalah prosa balasan untuk prosa Aira Lair yang berjudul ‘Prosa Balasan untuk Zhee’. Kalian bisa membaca prosa Aira Lair dengan klik ini, ya.

“Kamu betul, saya ini rubik. Kotak-kotak penuh warna yang awalnya tersusun, lalu diacak. Saya kacau.” Jika memang kamu seperti itu, apa aku boleh menyusun kotak-kotak itu kembali, dan memberikan warna dalam kotakmu yang teracak?

“Kamu perlu rumus untuk kembali menyusun saya. Saya butuh kamu, jelas. Karena, kalo saya bisa menyusunnya sendiri, saya nggak butuh orang lain, saya nggak butuh kamu.” Aku sudah menemukan rumus itu, cuma saja kamu yang tak memberikan aku celah. Seandainya kamu tahu.

“Saya ini brengsek. Perempuan brengsek. Pergilah jauh-jauh, Tuan. Kubur saja harapanmu.” Tidaakk!! Kamu bukan perempuan seperti itu, aku tahu kamu, cuma saja kamu yang tidak mengerti.

Tolonglah, jangan bersikap seperti itu!!!

Apa yang belum kamu yakini tentang aku?

Ceritalah, Nona, agar aku tahu apa yang kurang dariku.

Ya, walaupun aku tahu cinta tak dapat dipaksakan, akan tetapi untuk selalu menyakini bukan suatu kesalahan, kan? Dan aku tahu sedikit cerita pedihmu, jadi di sini aku hadir untuk menyembuh luka itu.

Aku di sini masih terus berjuang untuk mendapatkan cintamu, wahai Nona.

Andai kamu tahu, setelah membaca balasan dari kamu yang teruntuk aku. Hujan pun turun membasahi teras depan rumahku, dan pasti setelah hujan reda selalu ada pelangi yang hadir untuk selalu membawa senyum. Begitu pun aku yang selalu berharap kamu seperti pelangi untuk membuatku selalu tersenyum.

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang juga ingin berbagi tulisan (boleh berupa surat, opini, cerpen, kegelisahan, puisi, informasi event, tugas survey dsb), kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*