Fiksi Mini #2 Pangeran Berhelm

Oleh: –

Hai, Pangeran, apa kabar dirimu gerangan?

Masih ingat dengan saya? Iya, saya gadis kecil yang sempat kamu tolong di Jumat pagi saat hujan dengan mesranya meraba tubuh kita.

“Kamu baik-baik saja, kan? Ada yang luka?” ucap kamu, sambil mendirikan badan saya. Saya hanya terpaku seperti terhipnotis oleh sepasang mata indah milikmu. Matamu mirip sekali dengan tokoh disneyland favorit saya: Prince Ferdinand. Hidungmu.. bibirmu.. Ah, sayang sekali kedua keindahan itu harus terhalang oleh helm-full-face yang kamu pakai saat itu.

“Kamu malaikat? Eh, maksud saya, kamu pangeran? Eh, ng, maaf. Saya baik-baik saja.” ucap saya, terbata-bata.

“Saya duluan, ya. Hati-hati.” ucapmu, diselingi dengan tawa dan kamu pun melajukan sepeda motormu dengan cepat.

Kamu tahu? Setelah tiba di sekolah saya membuat kehebohan satu jurusan.

“Saya bertemu dengan pangeran berhelm. Memakai seragam putih dan mengendarai motor Vario putih. Ah, dia seperti malaikat. Eh, bukan, tapi dia pangeran.”

Satu malam setelah kejadian itu saya memikirkan dirimu… Dua malam setelah kejadian itu saya masih juga memikirkan dirimu… Tiga malam setelah kejadian itu, yang saya lakukan masih sama seperti dua malam sebelumnya.

Tapi, maaf, entah malam keberapa saya mulai mengabaikan kebaikanmu itu. Maaf… Maaf… Maaf. Hingga tadi saya bertemu dengan Pangeran Berkuda, dan ia mengingatkan saya tentang dirimu.

Saya belum sempat mengucapkan terimakasih kepada dirimu saat itu. Ah, semoga saja Semesta mengijinkan kita bertemu kembali. Baik-baik selalu, ya, Pangeran Berhelm.

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang juga ingin berbagi tulisan (boleh berupa surat, opini, cerpen, kegelisahan, puisi, informasi event, tugas survey dsb), kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*