Prosa #23 This is My “See You Next Someday”

Oleh: Anonim

(Disclaimer: Puisi ini adalah tulisan dari salah seorang user SayaApp yang pernah dimuat di blognya sendiri. Kalau kalian menyukai tulisannya, kalian bisa coba main ke blog-nya di http://unspeakablemind.blogspot.co.id/2013/01/this-is-my-see-you-next-someday.html?m=1 atau klik link ini, ya)

“Jika menunjukkan rasa kepadaku saja kamu tidak berani, bagaimana bisa kamu membahagiakan aku?”

Jika kamu kesulitan berbicara, maka setidaknya buatlah aku melihat. If you really need me, then I’ll stay. I’ll wait ’till you can say it. Tapi aku harus tahu, this waiting will be worth it or not. Coz, it’s my heart that I bet.

“Secinta-cintanya saya kepada kamu, saya masih mencintai diri saya sendiri, untuk tahu kapan harus berhenti pada sesuatu yang tidak memberi hati saya arti.”

Jika kamu tidak bisa membahagiakan saya, maka sayalah sebenar-benarnya orang yang harus membahagiakan diri saya sendiri. Bahagia yang tidak akan sama ketika kita bersama, tapi setidaknya saya bisa mengenal bahagia.

Lalu mungkin, mensyukuri yang sudah disediakan Tuhan itu lebih baik, daripada membiarkan hati sakit terus menerus sendiri, membusuk hingga mati. Rasa ini datang dengan senyum yang baik, saya ingin memelihara senyumnya, maka saya berhenti, sebelum benci menculik semua rasa yang baik-baik di dalam sini.

Biarkan mereka terbang mengikuti mimpi, mengikuti detik waktu yang terus berdetak, mengikuti malam digantikan pagi, terus seperti itu hingga mungkin hilang sendiri.

Kita masih akan terus menjalani hari. Bisa saja beratatap muka, berbagi senyum lagi. Lalu selebihnya tersimpan rapat dalam hati, hanya Tuhan yang mengerti. Apakah hanya saya sendiri sang penyimpan, atau juga kamu, saya tidak pernah tahu. Kamu tidak pernah ingin saya untuk tahu.

Mari kita bertemu lain kali, saat kita telah memahami apa yang tidak kita pahami saat ini.

Mungkin saat itu, sudah ada bunga lain mekar dalam penjagaanmu. Jangan biarkan ia layu sendiri lagi. Mungkin saat itu saya pun sedang mekar digenggaman orang lain. Belum melupakanmu, tapi sudah merelakanmu. Atau mungkin masih cawan saya yang kamu genggam, kosong dan berdebu, menunggu untuk saya tuang kembali segala rasa.

Hari itu kuharap kamu cukup berani untuk segera meneguknya, perlahan tapi pasti. Atau mungkin saat itu kamu masih bersemayam dalam hati saya, tertidur lelap, menunggu dibangunkan sang empunya jiwa.

Kuharap saat itu aku sudah lebih kuat menghadapi kemungkinan untuk terluka lagi… atau kemungkinan untuk berbahagia, pada akhirnya (?)

We’ll never know. đŸ™‚

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang juga ingin berbagi tulisan (boleh berupa surat, opini, cerpen, kegelisahan, puisi, informasi event, tugas survey dsb), kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Undangan Berbagi Tulisan di Sayaappgossip.id kepada Para User SayaApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*