Puisi #3 Elegi

Oleh: Altair

Ketika malam menjelang. Angan pun melayang.

Deru angin menerpa tanpa lelah. Getar tubuh  menjalar oleh rasa resah.

Rasa rindu yang kau sampaikan. Ingin ku rengkuh dirimu dalam dekapan.

Dalam malam yang begitu  tenang. Yang sampai mati akan kau kenang.

 

 

Citra dirimu terlukis dalam benak. Merengkuh tubuhmu dalam dekap.

Kau tahu bahwa saat bertemu diriku kelak. Tak akan ada  kata yang kau cakap.

Membisu dalam sunyi. Tak ada  lagi bunyi.

Berlarilah ke dalam rangkul lenganku. Kau tahu itu yang kau mau.

 

 

Begitu banyak  pena  yang telah menulis. Semua meninggalkanmu dalam tangis.

Hadir diriku layaknya hipnotis. Rasa pahit dengan sentuhan manis.

Halaman-halamanmu akan hampa. Tanpa  diriku yang menyapa.

Tanganku akan menyambutmu. Saat  nanti kita bertemu.

 

 

Semesta menampar tanpa belas. Satu rasa yang menyelimuti, panas.

Tidak, itu bukanlah hal yang naas. Itu adalah bongkahan emas.

Enggan  diriku untuk mengalah. Belum pernah diriku mengenal sang lelah.

Resapi dalam jiwamu yang terluka.  Hanya aku yang mampu sembuhkan semua.

 

 

Kenangan yang kau simpan dalam kepala. Kau torehkan pula dalam hati dan jiwa.

Kini kau berjalan ke arah yang salah. Tak masalah seberapapun kau bersusah-payah.

Kau tahu kau hanya  akan kembali  ke rumah  yang sama. Mari berjalan dengan ritme sang irama.

Yang sempat kau cicipi dengan nikmat.  Karena semua asa yang ku semat.

 

 

Kenapa  kutorehkan dalam dunia fana?  Memangnya yang kutujukan  ada  di mana?

Ah, tapi biarlah tak mengapa. Lebih baik daripada diam dalam nestapa.

Tapi takkan ku diam dalam bayang sekelam jelaga.  Menghabiskan malam dengan terjaga.

Kusampaikan rindu padanya. Ku tahu kau juga merasakan hal yang sama adanya.

 

 

Jangan kau kira aku adalah pujangga. Aku hanya  rindu pada kau saja.

Yang ku sampaikan lewat barisan kata.  Yang kan kau baca dengan kedua  bola mata.

Sajak-sajak kata untuk kau yang ku rindukan.  Hal yang sama hendak kau ungkapkan.

Jika kau ternyata membaca semuanya. Tersenyumlah walau aku tak tahu adanya.

 

 

Ku kira sosok itu tak nyata.  Saat  senja menyapa, ternyata engkau ada.

Kau menyeruak dalam kerumunan. Menyita pandang dan perhatian.

Ku layangkan bait sebagai mula. Kita terjerat dalam jala.

Meski raga  belum  juga bersua. Kita tetaplah satu yang terbagi dua.

 

 

Kau tahu kau rindu suaraku. Setiap  kata yang terujar membuatmu kaku.

Serupa yang ku rasa dalam diriku. Jangan kita bertingkah palsu.

Bukan itu yang kita mau. Biarkan genggamku menghapus tangismu.

 

 

Dulu kau pernah bertanya. Dalam sunyi atau  keramaian?

Kini kau bisa lihat dengan nyata.  Tak ada  yang ku sembunyikan.

Antara kau dan aku biar semua orang  tahu.  Bahwa kau milikku, dan aku milikmu.

Mungkin kau justru tersipu malu. Atau terdiam dalam tangisanmu.

Ingatlah, sampai detak  terakhirku. Aku akan tetap mencarimu.

Akan ku rengkuh erat ragamu. Jika nanti ada  yang menganggu, akan ku usir tanpa ragu.

 

 

Kalian kenapa diam saja? Tidak inginkah kalian berpartisipasi juga?

Jangan di simpan dalam dada, sampaikan saja. Sebelum yang dicintai sudah tiada.

Nanti kalian hanya  terduduk diam dalam luka.

 

 

Selamat menikmati pelukan sang malam. Istirahatlah jiwa yang lelah dalam temaram.

Biarkan sang mimpi membawamu tenggelam. Saat  kau tidur semakin dalam.

Jangan enggan untuk ucapkan salam, kepada yang dicinta  agar  ia tak muram.

 

 

Wahai gadis bersurai malam. Meski kau berada dalam kelam.  Aku tak akan duduk diam.

Akan ku raih genggam tanganmu. Menemanimu dalam sepimu.

Menatap indah matamu. Ratusan malam telah kita nikmati bersama.

Dan kita ingin jutaan malam lagi yang sama. Berjalanlah ke dalam dekapanku.

Kan ku peluk erat tubuhmu. Percaya kepada tatap mataku.

Ini bukanlah suatu janji palsu. Aku akan wujudkan mimpi indahku  bersamamu.

 

Teruntuk: Gadis Bersurai Malam

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang juga ingin berbagi tulisan (boleh berupa surat, opini, cerpen, kegelisahan, puisi, informasi event, tugas survey dsb), kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Undangan Berbagi Tulisan di Sayaappgossip.id kepada Para User SayaApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*