Tips #3 Menghadapi SBPMTN 2018

Oleh: Indomie Rasa Ayam Bawang a.k.a. IRAB

(Disclaimer: Sama seperti dua tulisan tips dari SYU sebelumnya, tulisan ini juga kompilasi dari post IRAB di SayaApp, tentang tips menghadapi SBMPTN–yang ditulis khusus untuk kalian yang akan menghadapi SBMPTN tahun depan. Tulisan tips mendatang dari IRAB adalah seputar tips hidup dan kuliah di Jerman, sharing langsung pengalaman hidup IRAB. Selamat menikmati)

Tips menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018:

Tips no. 1: Belajarnya terstruktur dan tertata rapi, ikutin yang namanya “Sigmoid Curve”. Anggep SBMPTN tinggal 10 bulan lagi, bagi 10 bulan itu dalam 3 interval waktu yang berbeda. Anggeplah 2 bulan, 4 bulan, 4 bulan (total: 10 bulan); atau, 4 bulan, 3 bulan, 3 bulan (total: 10 bulan), terserah kalian. Intinya, untuk interval waktu pertama kegiatan kalian adalah ngerangkum materi-materi SBMPTN, mulai dari nyusun ulang catetan sampe mendalami konsep-konsep dasar.

Sigmoid Curve

Untuk interval waktu kedua, kegiatan kalian adalah drilling soal-soal, dan pada interval ini kalian bebas menggunakan metode belajar yang seperti apa. Kalo mau mengerjakan soal, kalian bisa buka-buka catatan kalian. Jangan pernah sok-sokan belajar tanpa buka catatan kalo bukan lagi tryout! Kita bukan manusia penghapal yang bisa tahu segalanya.

Untuk interval waktu ketiga, saatnya winding down, pace-nya diturunin. JANGAN SAMPE ADA MATERI BARU YANG MASUK DI INTERVAL WAKTU KETIGA!!! Karena hal ini bakal merusak ritme dan malah akan bikin kalian stress. Usahakan materi yang masuk adalah apa yang sudah dirangkum dan dilatih pada interval waktu pertama dan kedua. Di tahap ketiga, banyakin ikut tryout buat melihat kemampuan kalian sudah sejauh mana.

Tips no. 2: Tahu diri ketika memilih jurusan. Kalo bisa, pilihan jurusan udah diambil dati awal dan dari situ kalian udah bisa buat target seberapa banyak yang harus dipelajari. Kegagalan terbanyak ketika SBMPTN adalah orang-orang galau jurusan pas mendekati SBMPTN (sampai dengan, sekitar, 2 bulan sebelum) dan mereka baru mencari info tentang seberapa banyak yang mau dipelajarin. Oke, mungkin anak SMA banyak yang masih labil, tapi jangan jadikan kelabilan itu pembenaran.

Tips no. 3: Jangan sampai memilih jurusan karena hal-hal berikut: 1/ Gengsi; 2/ Ikut-ikutan teman; dan 3/ Nyari “prospek”. Kenapa? Kalo gengsi, nanti kalian, misal, ternyata beruntung diterima jurusan tersebut, kalia malah merasa zonk. Kalo ikut-ikutan teman, nanti sama hasilnya kayak kalo masuknya karena gengsi. Kalo karena “prospek”, halah “prospek” itu bullshit. You make your own way, and study is not solely for working. It’s about expanding your brain!

Tips no. 4: Jangan pernah berpikir “Yang lolos SBMPTN itu hoki-hokian doang!” Kenapa? Karena hoki itu merupakan hasil akumulasi dari usaha, bukan jatoh dari langit. Ini penyakit banget. Banyak orang yang nggak lolos SBMPTN, terus bilang, kalau yang lolos itu hanya karena hoki atau curang. Kemungkinannya dua: 1/ Usaha kamu kurang; atau 2/ Pilihan jurusan kamu nggak realistis.

Tips no. 5: Kalian harus udah “ngeker” alias membuat sebuah perencanaan. Di jurusan-jurusan yang kalian incer, kalian akan belajar apa aja. Hal itu bisa ngasih penekanan kepada kalian untuk mempelajari apa di awal, hitung-hitung buat nabung belajar sebelom kuliah. Pas nanti kalian keterima, otaknya nggak bolong-bolong amat.

Tips no. 6: Bersiap untuk kemungkinan terburuk, yaitu sudah belajar SBMPTN tapi masih nggak lolos. Oke, saya kasih tahu. Kalau kalian mau niat belajar, kalian pasti bisa liat sisi positifnya. Kalau emang keadaan mepet buat kuliah, ambil kuliah di swasta juga not bad. Toh, ada aja kampus swasta yang kualitasnya setara kampus negeri. Toh, kuliah juga tujuannya untuk belajar kan, ya. Ya, walaupun untuk jurusan MIPA (natural sciences) kadang nggak terlalu mendukung, sih, fasilitasnya. Kalau emang keukeuh dan nggak mau ambil swasta, ya udah, gap year juga nggak apa-apa kok (alias mengulang lagi SBMPTN tahun depan), jika dan hanya jika kamu emang niat belajar. Jalan lain, andaikan kamu nyari info lebih banyak, bisa coba cari kuliah ke luar negeri. Toh, beberapa negara punya kombinasi biaya (biaya hidup + biaya kuliah) yang lebih murah daripada di Indonesia. Why won’t you give it try?

X: Cara cari tahu bahwa diri kita mampu di suatu bidang, gimana? Gue sudah test bakat, gue cocoknya di mana tapi gue nggak menemukan hasil yang sejalan sama gue.

IRAB: Kalo lu nggak merasa selaras, dan lu masih bingung, coba pikirin cita-cita lu mau jadi apa. “Jadi orang sukses” atau “jadi orang kaya” itu bukan cita-cita, ya. Pikirin mau jadi apa di bidang apa dan lu harus udah narget mau jadi apa. Dari sekarang.

Post Indomie Rasa Ayam Bawang a.k.a. IRAB di SayaApp

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang juga ingin berbagi tulisan (boleh berupa surat, opini, cerpen, kegelisahan, puisi, informasi event, tugas survey dsb), kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

Undangan Berbagi Tulisan di Sayaappgossip.id kepada Para User SayaApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*