Surat #564 Kesayangan Nabeela

Teruntuk: Kesayangan Nabeela

Mungkin surat ini tidak akan kalian baca. Mungkin juga kalian tak akan tahu bahwa ada salah satu anak kalian yang menuliskan surat ini untuk kalian.

Putri sulungmu, yang telah Kalian besarkan selama 23 Tahun ini, mungkin sedang diajari kedewasaan oleh kalian berdua. Aku memang tidak sendiri, ada saudari kembarku yang sudah kalian besarkan selama 23 Tahun juga. Tapi, kalian memang sudah mengajariku, sejak aku masih 3 tahun, bahwa aku adalah anak sulung yang memiliki tanggung jawab juga kepada adik-adikku kelak. Terima kasih sudah mempercayai aku bahwa aku adalah seorang kakak yang mampu menjadi teladan bagi adik-adikku.

Putri sulungmu kini tengah belajar mandiri. Hidup sendiri. Kalian tinggalkan dengan segudang permasalahan yang mungkin menjadi pembelajaran tentang apa itu kedewasaan. Ya, aku sangat senang kalian sudah mendidikku menjadi seorang anak yang bisa mencintai seluruh anggota keluarganya. Aku sangat senang kalian mengajariku bagaimana menjadi seorang anak yang bisa hidup bahagia.

Kalian, Ayah dan Ibuku, aku sangat mencintai kalian berdua. Sangat. Dan tidak akan pernah berubah sama sekali. Terimakasih sudah mencintai aku dan juga semua adik-adik. Terima kasih tengah mengajari apa sesungguhnya cinta yang selalu kita tumbuhkan setiap waktunya. Cinta yang tak akan pernah bisa dibagi oleh apa pun. Cinta yang menyempurnakan setiap harinya.

Ayah dan Ibuku, kalian sudah menunjukan kepadaku bahwa hidup bersama dengan saling melengkapi jauh membahagiakan. Kekurangan kalian jauh menyempurnakan semuanya. Kukira, selama 23 Tahun ini. Hingga ternyata ada luka yang sudah kalian sembunyikan, demi kami, hingga semua membelanga. Tapi tenang, cintaku kepada kalian berdua tak akan berkurang sama sekali.

Ramadhan kali ini, mungkin menjadi yang baru bagiku. Hanya bertiga dengan adikku. Kembaranku? Sendiri menikmati Ramadhan di Negara orang lain. Adik bungsuku? Dengan Engkau, Ibuku, tidak tahu kemana. Ayah? Tengah bahagia dengan keluar kecil barunya. Tapi tenang, aku masih mencintai kalian, Ayah dan Ibuku. Semoga kalian tetap bahagia di Ramadhan baru kali ini.

Aku mungkin hanya sedikit rindu dengan kebiasaan lama dimana kalian membangunkan kami, Ibu yang mengajari aku masak dengan alasan, “Kalian tahu, cowok suka cewek yang jago memasak.” Atau ayah yang memang mewajibkan seluruh anak-anaknya untuk sahur dan buka bersama di rumah. Kalian memang luar biasa sabar menghadapi segala tingkah laku kami, aku dan adik-adikku. Aku rindu suasana rumah yang selalu ribut setiap harinya. Dengan ocehan ibu yang selalu terdengar di setiap sisi rumah, dengan tingkah laku ayah yang selalu memanjakan anaknya, dengan panggilan gemasnya, “Anak yang asem belum mandi ih” atau “Anak ayah cantik tapi kasian belum laku ya, udah kamu jadi sayangnya ayah aja”. Aku rindu. Aku rindu ketika makan malam bersama dan saling menceritakan tentang hari masing-masing. Rindu kumpul bersama sekedar jalan ke Mall untuk menghabiskan waktu malam dengan menonton film yang berujung aku dan ayah tertidur. Rindu video call ketika Ayah sedang dinas di luar negeri atau ketika video call dengan kembarku yang ada di Jepang sana. Aku rindu ketika ayah bilang, “anak ayah harus ada yang jago menggambar seperti ayahnya dan jago memasak seperti ibunya.”

Ayah dan Ibu, kalian orang yang sangat aku kagumi. Ibu berhasil mengandung dua anak sekaligus, ada aku dan Nadeera. Ayah berhasil membesarkanku dengan didikan keras tetapi tidak menekan. Ibu dan Ayah selalu adil dalam hal apapun, walaupun aku mungkin seringkali cemburu tapi kalian selalu menunjukan bahwa rasa sayang kalian selalu sama. Bahkan ketika adik-adik yang lainnya hadir. Tak ada yang berubah, hanya waktu yang menuntut aku untuk dewasa.

Mungkin surat ini hanya sebagian kecil dari rasa sakit ketika aku merasa kesepian. Harta bukan segalanya, kalian berdua yang jauh lebih aku butuhkan sekarang. Ibu dan Ayah, aku ingin rasakan melihat senyuman kalian berdua ketika bisa kuberikan, “ini gaji pertama Kakak, Yah, Bu.” Tak bisa kalian tunggu sebentar? Jelas teringat, bagaimana bahagianya kalian ketika aku lulus kuliah dan menjadi Junior Arsitek di salah satu perusahaan. Aku ingin lihat senyum itu kembali.

Ayah dan Ibuku, semoga kalian sehat selalu. Kalian selalu menjadi orang tua yang aku banggakan, entah bagaimana pun akhirnya nanti. Mungkin utuh bukan lah pilihan, tetapi, tanpa kalian berdua mungkin aku sudah runtuh. Semoga kalian sehat selalu dan semoga Ramadhan kali ini kita dapat berkumpul kembali.

Salam dari Putri Sulungmu, yang selalu sayang kepada kalian.

Tertanda: Nabeela

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*