Surat #557 Sang Pencari Telapak Kaki (Sincerely, P.J)

Teruntuk: Sang Pencari Telapak Kaki (Sincerely, P.J)

Teruntuk engkau, sang pencari surgamu.

Sungguh apa yang kautuliskan menggetarkan Semesta.

Hatiku tersentuh, air mataku tercurah.

Rasamu sampai pada hatiku kala kautuliskan: “Jantungku tak selemah dulu, sekedar membasuh dan memasangkan sepatu biru yang kubeli dengan tabunganku,

Sungguh dalam makna yang kuterima dari pesanmu.

Sebuah kerinduan yang begitu dalam akan surgamu, dan sebuah perjuanganmu untuk menjadi kuat untuknya.

Sungguh menyentuh, seakan lidahku membeku tak lagi bisa berucap.

Begitu besar rindu yang tertanam di seluruh jiwa, dan ragamu.

Begitu tergambar besarnya cintamu akan surgamu itu kala kauucapkan: “Mereka berteriak lantang ‘kafir kamu,nak, penghuni neraka’ ah tak apa, toh surgaku tlah hilang dicuri orang”.

Sungguh kehilangan yang tak bisa kubayangkan seperti apa sakitnya, walau aku telah banyak mengalami begitu banyak kepedihan.

Tapi, tahukah kau? Sungguh sangat disayangkan kau saat ini sedang berdiri di tempat yang kau sendiri tak tau.

Kini kau tersesat hilang arah.

Sudikah kau, jika aku tunjukan jalan yang harus kau tempuh untuk mencapai surgamu?

Walau aku bukanlah malaikat yang mampu membawakan wahyu kepadamu.

Aku melihat cahaya yang redup darimu kala kau tuliskan: “Aku tak pernah lagi sembahyang, tak lagi membaca Al-Qur’an, tajwid dan semua fiqihku telah pudar.

Mengapa?

Mengapa kau pilih jalan yang itu? Itu bukan jalan menuju surgamu, terangilah kembali jalanmu dengan cahaya shalatmu, temukan arahmu dengan petunjuk Al-Qur’an-mu, dan bentengilah dirimu dengan kekuatan Fiqih-mu. Ingatlah, kekuatan shalatmu, di kala kau berbisik kepada bumi tetapi didengar penghuni langit, ingatlah doamu adalah penyampai segala rasa yang tak pernah salah alamat. Ingatlah, doa dari mu sangat dibutuhkan bagi seseorang yang kau cari telapak kakinya. Ingatlah, jika kau tak bertemunya di dunia ini, kau bisa memintanya datang ke surga yang kau huni kepada Tuhanmu, karena kau adalah safa’at baginya.

Kembalilah, wahai engkau seseorang yang mulia hatinya.

Surgamu membutuhkan safa’at darimu, surgamu membutuhkan cahaya darimu, surgamu membutuhkan lantunan doa di sujudmu, betapa air mata yang kau teteskan disujudmu mampu memberi sebuah telaga yang mampu menyuburkan surgamu.

Jangan kau biarkan arahmu salah berpijak. Yakinlah kau ‘kan temui surgamu dengan air mata kebahagiaan yang amat berharga bila kau berada di jalan yang mengarahkanmu pada surgamu itu.

Teruntuk engkau sang pencari telapak dimana surgamu berada.

Kau hebat. Kau kuat. Kau bisa.

Tertanda: Penggembala yang Tak Perlu Engkau Tahu,

PS: “Kembalilah, agar dia tahu tempat untuk pulang”

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*