Surat #556 Mama yang Sudah Tenang di Sisi Allah SWT

Teruntuk: Mama yang Sudah Tenang di Sisi Allah SWT

Assalamualaikum, Mama.

Apa kabar Mama di sana? Pasti baik-baik saja, kan?

Aku baik-baik, Ma, selama ini, dan selama main aplikasi ini, aku banyak bertemu temen-temen baru yang bisa membuat aku lebih ceria menjalani hidup ini, Ma.

Sedikit cerita, Mama gue, lima tahun lalu, mengidap kanker payudara stadium dua yang memang harus diangkat salah satu payudaranya. Operasi berjalan lancar, dan berhasil keluar dari masa-masa berat.

Akhirnya Mama bisa menjalani hidup sehat seperti biasanya bersama keluarga.

Pada pertengahan tahun 2016, Mama gue, yang saat itu sehat bugar, tiba-tiba merasakan sakit di tulang belakangnya. Kita sekeluarga langsung cek ke rumah sakit untuk tahu penyakit apa yang menyerang mama saat itu. Setelah dicek oleh dokter mama kena HNP yang nama lainnya adalah saraf kejepit.

Paket fisioterapi udah dijalani, akan tetapi sakitnya tak kunjung sembuh, dan akhirnya pakai cara terakhir, yaitu Mama harus MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk mengetahui kelainan organ di dalam tubuh dengan menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio tanpa radiasi sinar X.

Setelah lama menunggu hasilnya dan ternyata, Ya Allah, kanker payudara Mama gue lima tahun silam sudah menyebar dengan cepat di bagian paru-paru hingga otak. Gue lemes sejadi-jadinya karena penyakit yang selama ini, bukan saraf kejepit melainkan kanker yang sudah menyebar hingga stadium empat.

Dua minggu terakhir adalah masa-masa berat gue dan keluarga. Mama juga sempet nggak mengenali gue sebagai anak kesayangannya, karena penyebaran sudah menutupi otak Mama.

Gue mencoba sabar, namun tak mampu…

Pada saat itu Mama sudah pesan ke gue, Papa, dan Adek gue, kalo Mama gue udah pasrah dan siap diambil oleh malaikat,

“Jaga diri ya, Nak, jaga Adekmu, karena kamu calon pemimpin keluarga, jaga Papa juga.

Itu pesan terakhir Mama buat kita bertiga, gue liat dengan mata kepala gue sendiri kalo Mama gue meneteskan air mata di mata kirinya sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Terima kasih, Mama, untuk semuanya, udah mendidik aku hingga besar, udah sering ngasih waktu bersama keluarga, makasih untuk pelajaran-pelajaran yang Mama berikan buat aku dan Adek. Aku sungguh-sungguh kangen Mama sampai detik aku menulis surat ini. Doa kita sekeluarga akan selalu ada buat Mama.

Mama yang bahagia, ya, di sana.

Puasa tahun ini tanpa Mama, kangen masakan buatan Mama apalagi, ayam woku beserta sambal terasi andalan Mama yang pedesnya bikin kangen. Mohon maaf lahir dan batin ya, Mama.

Terima kasih.

Tertanda : Anakmu, DEDSEC

PS: Di Spotify gue ada playlist khusus, untuk mengenang Mama, namanya Geek Memories, karena itu semua lagu kesukaan Mama semasa hidup. Spotify gue: geekboyz

PS2: Sayangi orangtua kita selagi masih ada, kalau mereka galak, ‘kan untuk kebaikan kita juga, dan yang paling penting: Ridho Allah adalah Ridho Orangtua.

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*