Surat #515 Telapak Kaki yang Tak Henti Kucari

Teruntuk: Telapak Kaki yang Tak Henti Kucari

Aku tak berharap kaubaca suratku.

Aku berharap seseorang membacanya, lalu memberitahumu, dan membuatmu kembali mengingatku.

Aku, anakmu yang kautinggalkan sepuluh tahun lalu.

Ma, aku tak pernah lagi sembayang, tak lagi membaca Al-quran, Tajwid, dan semua Fiqihku telah pudar.

Mereka berteriak dengan lantangnya “Kafir kamu, Nak, penghuni neraka!” Ah tak apa, toh, surgaku telah hilang dicuri orang. Tak pernah lagi aku melihatnya, dan tak lagi nampak ia di pelupuk mata, kata orang dia di tanah seberang, sebagian lain bilang ia tak berkabar.

Ma, aku ingin melihatnya sebentar saja. Lebaran nanti izinkan aku menemuinya. Sekedar memberi tahu, bahwa jantungku tak selemah dulu. Sekedar membasuh, dan memasangkan surgaku sepatu biru yang kubeli dengan tabungan ku.

Boleh, ya, Ma? Tak banyak kuminta waktumu. Cukup memastikan bahwa aku masih memiliki surgaku, meski nyatanya ia tak sudi menerimaku.

Jogja, 24 Mei 2017

Sincerely, P.J. Your unwanted daughter.

I love you. I have loved you all along. And I forgive you for being away far too long.”

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*