Surat #450 Mr Petrichor (9)

Teruntuk: MrPetrichor.

Suratmu terlalu panjang, Da.

Kata-katamu terlalu rumit. Skill menulisku masih basic. Tapi kucoba balas sekenanya; meski kau tak pernah meminta.

Aku malas membahas jarak, pembatas, beda, dan segala yang menjadi penghalang kita. Bicarakan saja hal yang menyenangkan. Tentang malam panjang kita, mimpi-mimpi masa depan kita, dan anak-anak kembar kita nantinya, hahaha. Da, aku ingin terus melihatmu dalam diam, lewat layar yang sedikit buram, gambar yang bergerak tak beraturan, suaramu yang samar namun menenangkan.

Ah, aku tak juga bosan.

Matamu cokelat!” kau bilang. Tidakkah kau melihat semburat merah muda di dalamnya? Iya, mata yang sedang jatuh cinta tanpa mengenal rupa awalnya. Persetan dengan semua bualan yang kau lontarkan, aku menikmatinya, nada sumbang yang kau nyanyikan, cerita panjang yang kau gumamkan, semuanya. Sepertinya aku mulai kecanduan dengan tawa, bualan, desah, dan semua suara-suara tak masuk akal yang selalu keluar dari mulut bawelmu itu. Dan lagi, persetan. Aku mencintaimu. Itu cukup.

Sejujurnya aku cemburu, karna aku masih belum bisa menyentuhmu. Aku masih membenci kata virtual. Aku masih membenci cara kita dipertemukan. Terlebih, aku membenci waktu yang memaksa kita menunggu demi sebuah pertemuan. Biarlah, setidaknya kita masih punya seribu cara untuk bahagia. Aku ingin terus melakukanya, entah sampai berapa lama, sampai kita dipertemukan atau sampai kita mulai bosan dan tak mampu lagi bertahan.

Oh ya, by the way, Da, semalam kamu enak. Hahaha.

Jogja, 22 Mei 2017

Sincerely, your ex-admirer.

Ps: Gausah ngerayu gitu, Da, biar aku nggak cemburu. Orang ini surat juga dari aku. Hahaha, boom!

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*