Surat #433 Supernova (2)

(Disclaimer: Oom sama sekali tidak melakukan penyuntingan apa pun dari surat ini, karena Jean meminta agar surat ini dimuat dan dikirim apa adanya sesuai aslinya, dan surat ini sama sekali tidak mengalami penyunting, baik dari segi struktur kalimat maupun tanda baca)

Teruntuk: Supernova

Hi, Supernova. Ha-Ha!

It is Jean talking. First of all, what I want to say is: Thank you. I didn’t expect that someone will reply our letter because, I had written that letter for 3 minutes. And it took more than 3 minutes  when I kissed someone.

I am here, reply your text because I want. Not because I want to “feed” you and accept your challenge. And I will try to speak in Bahasa.

Ok, alat reproduksi gonosom XY.

Tu(h)an Amer dan Jean, surat kalian nggak lebih dari sekedar ratapan cengeng dari orang-orang yang melihat ketidakadilan (dan penindasan) dan kalian sebenarnya punya sesuatu untuk mengubahnya tapi kalian mengabaikannya. Orang kelaparan? Kekecewaan kepada Tuhan? Pemujaan? Dosa pertama? Kalian sedang mencoba mengangkat kekecewaan dan kemurkaan kalian? Kalian bercanda, kan, Tu(h)an Amer dan Jean? Ad hominem, loaded question.

Gue merasa perlu react surat kalian, karena dua hal. Pertama, kalian berdua, entah sadar atau tidak, memiliki followers yang pemikirannya kesumpat hanya karena kalian sudah bersabda, dan ini jelas keliru. Kalau tidak ada satu user pun yang mencoba untuk memberitahukan kekeliruan ini, gue gerah melihat surat kalian dipuja-puja dan dianggap sebagai surat yang ada kepuasan tersendiri setelah selesai membacanya, dan followers (atau malah, calon followers) False presumption.

Kalian menganggap pemikiran kalian brilian, padahal ndak ada isinya sama sekali. Kalian pernah dengar, kelak, di akhir masa akan banyak kemunculan nabi-nabi palsu? Menurut gue, kalian berpotensi menjadi mereka. Strawman, Ad hominem, Argumentum ad ignorantiam, appeal to authority, generalization.

Kedua, gue pengen menantang kalian, yang banyak dianggap user-user(?) di Saya sebagai user yang cerdas (gue paham, sih, kenapa kalian dianggap cerdas. Padahal, sebenarnya bukan kaliannya yang cerdas, mereka saja yang nggak cerdas. Kalau saja mereka mau membaca lebih banyak buku (bukan hanya mengikuti lapak Bredel (btw, gue senang dengan lapak ini, karena ini salah satu lapak yang baik dan menarik) tapi nggak benar-benar membaca buku yang dipromosikan sama admin Bredel), mereka (para followers dan calon followers kalian) akan sadar, kalian biasa saja Ad hominem, strawman, Argumentum ad ignorantiam, appeal to authority, generalize.

Sama seperti di aplikasi Saya. Seorang Amer, seorang Jean, hanya akan ada saat user lain bersepakatsecara alam bawah sadarbahwa kalian ada……………………………. Membaca surat kalian, gue seperti merasa kalian seperti dua anak kecil yang marah-marah dan membentak siapa pun, haya karena kalian nggak dikasih izin ke jalan raya yang banyak kendaraan lalu lalang. Out of context.

Tapi, jujur, membaca komentar-komentar kalian di lapak tentang Gil dan lapak Bredel, gue tertarik pengen nantang kalian, Tu(h)an Amer dan Jean. Begini. Kalian merasa bebas? Kalian merasa sebagai orang-orang dengan pemikiran antimainstream ………………..Yakin kalian berjiwa merdeka dan berpikiran luas, sementara Ejaan yang Disempurnakan (EyD) saja kalian masih abai Strawman, false presumption.

Jadi begini, Supernova. Apa yang saya pertanyakan di dalam surat saya sebelumnya tidak kamu balas atau tidak kamu tanggapi. Tapi…untuk apa juga kamu balas sebuah diary anak kecil yang penuh ratapan itu? Apa yang kamu tulis adalah kecacatan berpikir dan apa yang paling banyak kamu kemukakan adalah: menyerang pribadi saya dan Amer. Alias tidak nyambung. Saya rasa kamu juga sudah membaca beberapa komentar orang mengenai suratmu itu. TIDAK NYAMBUNG. Ugh, untuk orang seperti kamu yang menghabiskan waktu 20 menit untuk menulis surat seperti itu harusnya tidak melakukan banyak kesesatan berpikir, kan?

Tapi, sungguh, sewaktu saya membaca suratmu, apa yang saya katakan pertama kali adalah “the fuck? Karena saat menulis surat itu saya sedang cuddling bersama mantan kekasih.  Amer melihat teman-temannya sedang cuddling sembari minum minuman keras. (You know, that is a shit) Tapi…sungguh. Terima kasih.

Saya terkejut melihat asumsi-asumsi kamu yang menyatakan bahwa kami memiliki followers, anggapan orang bahwa kami ini cerdas, dan whoaaa! Menjadi nabi baru. *chuckle* Karena: me, my self, and I sangat tidak relevan. Sama seperti yang kamu bilang: kami ini biasa saja. Ah, kamu saja yang berlebihan! Hahahahahahaha. Kenapa kamu risau sekali?

Dan, ah! Untuk masalah “eksistensi”, ayo kita diskusi tentang substansi dan eksistensi terlebih dahulu. Saya tidak akan menulis di sini karena surat ini akan menjadi panjang sekali. Seperti saya yang membaca buku dan berdiskusi dengan teman saya yang tidak hanya di Bredel, setelah saya bermain dengan mandibula, maksila, mukosa, tulang alveolar, dan lain-lain. *chuckle*

Mengenai pemilihan kata yang kami gunakan untuk menyebut alat reproduksi jantan (gonosom XY), Canis lupus familiaris, Sus scrofa domesticus, dan tanggapan surat kamu yang membawa  arek-arek Surabaya yang kamu bilang tahu kapan mengatakan “jancuk”—di saat yang tepat. Saya hanya mau menyatakan: itu opini kamu. Ya, go on. But read this: Imma keep my attitude you can lose me or hate me if you got problem with that. Shoo shoo.

Saya tidak akan pusing memikirkan standar moralitas kamu dan mengabaikan subjektivitas saya sebagai individu. Paham, scrotum?

Tapi, sungguh, terima kasih banyak telah memperhatikan saya dan teman-teman saya baik di postingan sampah kami dan di Bredel. Saya tidak sadar ada orang yang memperhatikan saya dan beropini macam-macam tentang saya hanya dari ketikan-ketikan saya. You dont even know me, fucktard. *calm down your tits, Jean*

Oh ya….Pram, Wiji Thukul, dan Gie tidak kecewa kan, sayang? Tapi……apa hubungannya seorang yang berjiwa merdeka dan berpikiran luas dengan EyD, sih, kon….eh, alat reproduksi jantan?

P.S: Saya sangat bahagia apabila ada yang mau mengoreksi tulisan ini (bukan attitude saya).

P.S.S: Saya juga senang jika Supernova mau berdiskusi dengan saya dan kesayangan saya #5, yaitu Jasjus.

Tertanda: Jean, yang menulis surat ini hanya 8 menit saja.

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*