Surat #425 Oom (5)

Kring! Kring! Ada sepeda, sepedaku roda tiga.

Teruntuk: Oom

Dor!

Kaget gak, Oom? Sama, aku juga gak kaget. Ehe-he-he. Oom, aku mau nulis surat lagi buat Oom. Bolehkan, ya? Ok, terimakasih.

Oom tahu gak? Sekarang pukul 2:29 pagi, dan ikan udah pada bobo, tapi aku belum. Oom tahu gak? Aku juga masih ingat awal pertama kita berkenalan. Berawal dari keberanianku dengan memulai percakapan. Oom inget gak? Oom pernah nanya gini: “Bisa apa dua orang yang sama-sama kesepian?” Terus aku jawab: “Makin kesepian. Karena sepi ditambah sepi hasilnya makin sepi, seperti rumus minus ditambah minus yang hasilnya bertambah minus.” Ternyata asumsiku salah. Faktanya, rentetan tanda tanya di hidupku sedikitĀ  berkurang setelah aku kenal Oom, terimakasih Oom. Oom inget gak? Oom pernah bilang gini: “Hope we’ll meet someday, sambil minum teh lemon”–yang katanya Oom, teh lemon itu bagus untuk yang lagi kesepian. Tapi oom, aku maunya, nanti kita minum oreofrappe bersama dengan kekasih kita masing-masing. Bagaimana? Sepertinya itu lebih menyenangkan, Oom ?

Eh, Oom, inget gak? Kita sepakat untuk saling jujur. Bagus, aku juga inget. Jadi, sekarang aku mau jujur sesuatu ke Oom. Ng, Oom tahu gak kenapa aku minta Oom jadi kakak angkat aku? Atau. Aku minta Oom ngadopsi aku jadi anak angkat Oom? Karena aku sayang Oom, itu salah satunya. Dan salah duanya, karena aku gak mau orang yang aku sayang ninggalin aku lagi. Tolong, Oom jangan seperti ayah, yang bilangnya sayang tapi tetep ninggalin aku. Oom tahu gak? Bedon, kan belum aku kasih tahu. Oom udah masuk ke daftar orang-orang yang aku sayang. Ayay congrats Captain! ? Ah, ini menggelikan, tapi ini benar apa adanya. Ah, iya, maaf tolong jangan toyor kepala aku Oom.

Oh, iya, Oom harus ingat kesepakatan kita yang baru kita sepakati kemarin sore. Oom bilang mau jadi kakak angkat aku dengan syarat yang kita sepakati. Tapi Oom, setelah aku pikirkan kembali, ternyata hasil dari persyaratan yang kita sepakati itu akan ketahuan sekitaran 4 atau 5 tahun lagi. Dengan syarat yang cukup sulit dan waktu yang cukup lama. Dan ini cukup meragukan. Apakah kedepannya kita masih akan saling tegur sapa? Aku ragu. Bisa jadi kita udah saling melupakan.

“Dilupakan adalah kematian yang sesungguhnya. Dan melupakanmu barangkali adalah hal terakhir yang akan kulakukan sebelum mati.” Aku jatuh hati dengan sajak ini, Oom. Hanya dengan sajaknya, ya, tolong diingat. Jadi, sudikah Oom untuk merombak persyaratannya?

Tertanda: Gadis Kecil

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*