Surat #424 Supernova

Teruntuk: Supernova

Terima kasih sebelumnya atas surat yang udah lo sampein, dan terima kasih juga kepada Oom sebagai penyelenggara event ini dan juga sebagai penyampai pesan.

Di sini, sebenernya, gue bukan mau jadi pahlawan kesiangan atau apa pun itu namanya. Surat ini juga gue tulis tanpa campur tangan dan sepengetahuan kedua nama yang lo tujukan dalam surat lo tersebut. Tanpa mengurangi rasa hormat, gue mau…… mau apa, ya, istilahnya, kalo mau mencari makna dan tanda, gue belom belajar semiotika; untuk menarik kesimpulan, level kemahiran membaca gue juga pas-pasan, sepertinya. Melihat tulisan di dalam surat ini, sebenernya gue bingung. Dari ironi sampe mencerca secara eksplisit, itu, sih, yang pertama gue tangkep dari kata-kata yang lo tulis dalam surat. Gue juga ga tau apakah surat yang lo tulis kemarin akan menjadi sebuah diskursus dalam dunia internet, khususnya app Hoomn. Entah gue salah menafsirkan surat itu atau gimana, tapi tulisan yang bagus menurut gue akan menghasilkan bermacam-macam penafsiran, mungkin termasuk penafsiran yang gue dapet ini.

Lo memberi advice kepada dua nama yang tersebut di situ. Okelah, mereka berdua sering ngomong kasar seperti “babi”, “kontol” kayak yang lo bilang, lalu di paragraf selanjutnya lo bilang mereka “bukan cerdas” lalu lo mengatakan bahwa asumsi lo yang bernama “followers mereka berdua” itu nggak cerdas, lalu mereka berdua (Amer dan Jean) adalah orang yang kasar dengan kata-kata kotor mereka, dan yang terakhir lo membeberkan kemungkinan bahwa mereka adalah nabi palsu, merunut pada asumsi bahwa mereka memilki pengikut.

Oke, yang gue lihat selanjutnya, dari dakwaan-dakwaan yang lo beberkan di surat itu, adalah…. gimana, ya, cukup miris juga, sih, gue ngomongnya. Intinya yang gue tangkep adalah ketidakadilan. Kalo mereka kasar, okelah, gue juga gak menyangkal itu, tapi apa lo tahu motif/alasan mereka kasar di comment? Ya, mungkin karena alasan keakraban, karena dengan teman akrab yang virtual sekalipun kita bahkan bisa menunjukkan sisi “kebinatangan” kita, kok, ya menurut gue it’s better than sibuk nyari-nyari pasangan maya yang gak jelas sampe dipasang di bio profile kita. Ha-ha-ha. Soal kecerdasan? Gue rasa, di SayaApp bebas siapa ingin menjadi siapa dan menjadi apa, yang cerdas gak harus perlu sesumbar dengan kecerdasannya di sini, dan yang bodoh sekalipun bisa jadi profesor ilmu filsafat di sini. Gue ga tahu lo pernah kontak/nggak sama mereka, tapi adillah dalam menilai orang. Gue yakin lo bukan orang yang gak berpendidikan, dari diksi lo, teori yang lo bawa, menunjukkan bahwa lo orang yang berpendidikan/terpelajar, karena lo menyebut Om Pram di surat lo, gue jadi teringat sama quotes-nya dia yang keluar saat terjadi percakapan antara Minke dan Jean Marais (kalo gue gak salah) yaitu “Yang terpelajar harus sudah adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.” Menilai orang tanpa mengetahui dalemannya menurut gue adalah sesuatu yang gak adil. Gue juga tahu setiap cerita punya kesimpulan dan kita gak lagi berada di kelas bahasa, tapi kalo konteksnya dalam dunia pervirtualan, orang bisa punya banyak pribadi.

Selanjutnya adalah, yang lo bilang tentang kemungkinan bahwa mereka berpotensi menjadi nabi-nabi palsu. Nabi palsu itu fix penghuni neraka, kan? Apa secara tidak langsung lo menyebut Amer dan Jean adalah calon penghuni neraka? Gue berharap bukan itu sebenarnya maksud lo menuliskan perumpamaan seperti itu. Jangan sampe lewat surat itu, lo malah merebut otoritas Tuhan dan menendang Dia dari kekuasaan-Nya.

Pada akhirnya, mungkin memang benar ketika gue denger statement “Lebih mulia memberikan ketidakbenaran kepada orang lain daripada menyimpan kebenaran untuk diri sendiri, tapi kita harus cukup kaya untuk berbuat demikian.” Lo membeberkan (mungkin tentang) ketidakbenaran yang dilakukan Amer dan Jean secara perspektif kebenaran etika, tapi apakah lo sudah cukup kaya dengan nilai-nilai yang secara universal dianggap benar? Apakah sudah kaya ilmu daripada mereka berdua? Yah, udahlah, gitu aja mungkin, ya, semoga Amer dan Jean bisa memuaskan hasrat lo yang menantang mereka untuk membuktikan kualitas diri mereka, semoga indikator yang lu gunakan untuk menilai tidak sepihak dan tidak dipengaruhi sentimen pribadi, ya. Good luck have fun, gak usah terlalu dibawa serius di aplikasi begini mah, capek, euy, gue aja nulis ginian 10 menit capek. Ha-ha. Have a good day. Tabik!

Tertanda: Sapi Belang

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*