Surat #387 Hey! Arnold

Teruntuk: Hey! Arnold

Nold, sebelum lo bener pergi meninggalkan SayaApp, ada beberapa pesan yang ingin gue katakan sama lo.

Di sini gue bikin surat ini sebagai pribadi yang pernah ngerasain hangatnya hubungan kita dulu. Yang pertama-tama, gue mau minta maaf kalau akhirnya gue berubah menjadi orang jahat, yang ingin menang sendiri, yang maksain lo pergi dari hidup gue, padahal gue tau kalau lo juga (mungkin) masih punya perasaan buat gue.

Nold, gue sayang lo, tulus, tapi gue juga realistis kalau sayang aja nggak cukup, maaf kalau gue nggak bisa memperjuangkan perasaan gue, maaf kalau gue nggak bisa membuktikan kalau gue sayang lo. Lo pantes bahagia dengan pilihan yang lo pilih, mantan lo yang sekarang kembali jadi pacar lo, pasti lebih sayang sama lo daripada gue yang stranger ini.

Nold, even gue sayang sama lo, tapi mungkin Tuhan cuma mau kita dipertemukan bukan untuk dipersatukan, dan pelan-pelan gue sedang berusaha mengikhlaskan lo dengan segala keputusan yang lo buat.
Nold, di sini gue cuma mau menekankan satu hal, lo ga perlu takut kalau gue akan menghancurkan hubungan lo atau apa pun, walaupun gue kasar, bar-bar, dll, gue tau, membahagiakan diri dengan merebut kebahagiaan orang lain bukanlah hal yang baik. Jadi, walaupun kemarin gue ngancem lo, itu cuma karena gue udah kehabisan cara buat bikin lo pergi dari hidup gue.

Nold, gue sayang sama lo dan maaf kalau gue nggak bisa memenuhi kebutuhan lo untuk setidaknya hanya menjadi sekedar temen lo, karena pada dasarnya gue menginginkan lo untuk jadi pasangan gue, bukan cuma sekedar teman. Jadi, karena lo ga bisa mewujudkan apa keinginan gue, ya, menurut gue nggak ada lagi gue di hidup lo, karena gue takut nantinya lo malah sadar kalau emang perasaan yang lo punya, ya, terbagi dua, kasian juga hubungan lo yang udah berjalan dua tahun rusak karena perempuan yang berantakan kayak gue.

Nold, semoga lo bisa langgeng sama pacar lo ya, amin. Maaf kalau karena ada gue, perasaan lo jadi nggak jelas kayak gini, tapi gue yakin kok, minggu depan juga perasaan lo udah kembali utuh buat pacar lo, he-he. Gue udah delete Line gue, iya, karena gue nggak mau di-block sama lo, aneh ya? Nggak aneh juga, sih, gue minta kita jadi purenggak kenal, kalau lo nge-block gue berarti lo membuktikan kalau di masa lalu kita punya masalah, mungkin ini pesan terakhir gue buat lo sebelum kita mengikhlaskan kepergian kita satu sama lain, gue di sini mau minta satu hal aja, doain gue, biar bisa jadi perempuan yang lebih baik lagi, dan kalau suatu hari nanti kita ketemu, setidaknya gue bisa diperhitungkan buat jadi pasangan lo, tapi bukan berarti gue ngemis buat lo balik ke hidup gue, lho, ya, gue udah ikhlas kita kayak gini. WhatsApp lo, nggak gue block, nggak gue apa-apain, karena ya, setidaknya gue mau punya satu kontak lo, even cuma sebatas ditulis di kontak tanpa ada interaksi.

Udah dua hari, gue pelan-pelan bangun hidup gue tanpa lo, susah, tapi lebih susah lagi kalau kita lanjutin hubungan kita.

Cukup segitu aja dari gue buat lo, sukses selalu! Amin.

PS: Nggak usah dibales ya, Nold, cukup lo bales di dalam hati lo aja, karena percuma juga, ini gue kirim via e-mail, account gue di-banned semua. ☺

Tertanda: A Girl Who Still You missMing

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*