Surat #367 Teman Se-Perbangsatan

Teruntuk: Teman Se-Perbangsatan

Gue terbiasa menulis surat dengan kata ‘saya’ tapi kayaknya gak cocok, ya, kalau suratnya untuk kalian semua. Oke. Let’s start!

Gue baru beres baca suratnya Psy, yang semalam di-post sama Oom. Iya juga, ya, semua berawal dari iseng tapi sudah setahun lebih mungkin gue pun merasakan candu yang sama. Yeap, gue candu sama dunia aplikasi anonim ini. Gak tahu harus senang atau sedih atau apa, tapi, sampai sekarang aplikasi ini memang membawa pengaruh sedikit-banyak untuk dunia nyata gue.

Dari mulai naksir cowok virtual, sampai punya gebetan di luar kota yang gue bela-belain samperin waktu itu. Dari mulai anak IKJ, UNJ, UI, UNPAD, paling sering, sih, Gundar. Sampai gue kenal enaknya friend with benefits, atau kenal sahabat gue yang usahanya gue jadikan objek tugas akhir gue. Gila gak tuh? Biasa aja, sih. Tapi, iya, serius, pada dasarnya segala sesuatu di sini akan selalu ngaruh sama dunia nyata. Gue akan ketemu, bertatap muka, sama beberapa pengguna–yang kebanyakan menggunakan aplikasi anonim untuk menyatakan hal-hal jujur yang gak bisa diungkapin.

Singkat cerita, gue juga jadi kepikiran buat uninstall SayaApp, tapi entah kapan, gue masih merasakan kesenangan sendiri. Di sini gue kenal banyak orang yang benar-benar punya perbedaan kontras, unik. Dari mulai manusia yang kelakuannya kadang kayak binatang sampai manusia yang benar-benar berkelakuan kayak binatang banget. Gila gak tuh? Gak, biasa aja. Ngomong-ngomong, gue ada niatan pengen bikin cerita dari pengalaman gue main aplikasi ini… mungkin bisa jadi buku atau film yang akan ngalahin Fifty Shades Darker. Ehe-he.

Teruntuk kalian, gue gak pernah nyangka akan kenal deket kayak gini. Bisa ketemu ramai kayak gini, karena sebelumnya gue paling anti ketemu ramai-ramai gitu. Dan, gue juga gak nyangka akan klik sama salah satu user perempuan di sini karena gue sulit banget nerima kehadiran teman perempuan–yang dekat. Kalian tuh menyenangkan banget, menghibur banget, gue suka kalian dan kalian teman yang jujur. Gue suka perhatiin kalian di lapak/post Bredel walaupun gue gak benar-benar paham tapi gue baca. Kalian keren. Tahu banyak hal.

Gue suka Psy, dia paling sukses memeriahkan pertemuan! Jokes-nya gak pernah gak bikin gue ketawa. Dulu, gue kira, dia manusia ngeselin yang sok asik gitu. Dan, gue juga kira dia sejenis fuckboy… sayangnya, gue berburuk sangka. Maafin ya, Anus. Dia ga gitu, ternyata. Dia sangat menyenangkan dan gentle, kok! Tipikal… ah, susah dijelasin. Semacam cowok berhati Hello Kitty. Dan omongan kasarnya dia… gak mencerminkan kejahatan asusila, kok.

Terus ada Minke, yang dia ngomong aja gue ketawa! Sumpah. Ehehe. Amer juga, dulu waktu user gue belum yang ini gue sempat curhat tukeran tulisan gitu ke dia. Gak tahu, ya, dia inget atau gak, tapi dari situ gue tahu ada kesamaan dengan tipikal orang kayak Amer. Dan terakhir, ada Jasjus! Pelepas dahaga!

Gue cuma mau bilang, siapa pun perempuan di luar sana yang kagum sama doi, lo kagum tidak pada orang yang salah. Dia pintar, sabar, dan asli: setia. Jasjus itu gak bisa marah dan gak bisa ngambek ((katanya, dan sejauh ini, sih, iya)). Jasjus baik banget sama gue, sudah kayak sahabat sendiri, abang sendiri… Gue sayang sama dia. Sayang deh pokoknya, walaupun gue kadang suka gak jelas bete sendiri, suka jealous gak jelas.

Gue sama dia sama-sama trauma membina hubungan yang serius, gue gak percaya laki-laki. Gue bahkan juga gak kepikiran buat nikah, sih. Bedanya, dia memang sudah gagal menikah dan gue belum pernah mau menyelenggarakan pernikahan.

(Oom bagian yang iniĀ  cetak miring, ya. Ceritanya gue lagi ngomong langsung, nih.)

Jus, lo tuh, ya, jangan cuma ngingetin gue untuk berhenti berkutat sama hubungan-hubungan gak jelas gue sama cowok. Lo jangan cuma ngingetin gue untuk serius, tapi lo juga harus ingetin diri lo sendiri. Punya pasangan tuh bahagia, Anjing. Lo orang baik, teman lo banyak, lo juga aktif alias gak bungkam kalau ada ketidakadilan. Asli. Lo keren. Jus, perempuan tuh banyak banget di dunia ini jangan menutup kemungkinan apa pun ((iya, sih, gue tahu alusan lo banyak di kontak Line)). Jus, maafin gue kalau suka jealous, Bangsat. Gue kesel sendiri kalau lo main handphone terus gue gak di waro. Makan, makan, makan, yang teratur. Lo udah kurus, ngurusin hidup orang, ngurusin kebahagiaan orang, tapi gak mau makan. Mati kek lo. Jus, olahraga, karena bisa bikin badan lo gak kurus, loh. Inget, ya, pesan gue, dan apa pun yang terjadi, lo harus bahagia. Dan juga, terima kasih dengan segala penerimaan yang lo kasih ke gue. Gue sangat bersyukur. Lo sangat membantu dan membahagiakan. Kalau ada apa-apa please, cerita. Karena sampai sekarang gue gak percaya hidup lo baik-baik aja! HAHAHA. Sebagaimana yang lo bilang ke gue, “Kalau ada apa-apa sama lo gak usah takut, lo harus tahu gue selalu jaga lo dari belakang.”

Begitu juga dengan kalian, Guys, dengan segala penerimaan dan kejujuran kalian ke gue… semoga Semesta memberkati, ya.

Sekian.

Love, Asshole.

PS: Jerk, get well soon ya! Katanya lo sakit. Ehehe.

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*