Surat #361 Gadis Kecil

Teruntuk: Gadis Kecil

Dor! Kaget gak, Kecil? Sama, Oom juga ga kaget. Ehe-he-he-he. Kecil, Oom juga mau nulis surat buat kamu. Boleh, kan, ya? Ok, terimakasih.

Dari semua cara berkomunikasi, sampai dengan hari ini, yang paling Oom suka adalah menulis surat. Alasannya sederhana. Menulis surat yang baik butuh persiapan khusus dan waktu yang nggak sebentar. Oom bisa betah menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop untuk menulis sebuah surat kepada seseorang, dulu—walaupun pada akhirnya surat yang Oom tulis nggak panjang. Oom ingat, suatu kali, Oom pernah menulis kepada salah seorang mantan kekasih berupa sebuah surat pendek tiga halaman A4 Ms.Word, selama tiga jam, sampai larut pagi. Bagi Oom, menulis surat seperti menceritakan banyak hal, yang nggak bisa Oom ungkapkan secara langsung (entah melalui SMS, chat, freecall atau telepon), kepada si penerima surat. Dan. Oom menulis surat ini untuk kamu, karena ada banyak hal yang nggak bisa Oom ceritakan secara langsung ke kamu. Tentang kegembiraan kamu. Tentang kesedihan kamu. Tentang tangisan kamu. Tentang kebaikan hati kamu. Dan tentang betapa Oom beruntung bisa kenal dan belajar hal-hal sederhana dan berharga dari kamu.

Oom ingat bagaimana kita kali pertama berkenalan di SayaApp, mengobrol via private chat (PC), sampai akhirnya pindah aplikasi. Mengingat-ingat lagi awal kita berkenalan, Oom kadang khawatir sama kamu karena kamu begitu mudah mempercayai orang asing. Di saat orang-orang ‘dewasa’ seusia Oom, lazimnya, mulai saling mencurigai satu sama lain dan sulit untuk saling mempercayai, kamu mengajarkan Oom tentang bagaimana belajar mempercayai seorang asing.

Tapi.

Dunia di mana kita tinggal kadang nggak sebaik itu, sehingga kita bisa langsung mempercayai siapa pun orang yang datang kepada kita dengan senyuman ramah, tutur bicara sopan dan pemikiran yang cerdas. Oom minta maaf karena Oom harus mengajari kamu bagaimana caranya mencurigai seseorang (dan sekitarmu) dengan baik dan benar. Oom salah. Tapi Oom tahu, selepas kamu masuk kuliah nanti (dan nyambi kerja sampingan seperti keinginan kamu, mungkin), kamu perlu waspada kepada siapa pun yang belum kamu kenal, apalagi di tempat baru. Oom pernah kenal beberapa wanita yang merasakan kejamnya sesama manusia, dan kehilangan sesuatu yang nggak akan pernah kembali lagi, bahkan dengan teknologi secanggih apa pun. Dan. Oom selalu berharap kepada Semesta, semoga kamu (dan wanita baik lainnya di dunia ini) terhindar dari orang jahat dan brengsek, seperti Oom Ratu Jahat di animasi Snow White.

Menemukan kamu adalah salah satu kado terbaik di tahun ini yang Oom terima dari Semesta. Dari kamu, Oom belajar bagaimana caranya jujur. Kamu adalah orang paling jujur yang Oom tahu. Ingat cerita kamu tentang mengurus Surat Berkelakuan Baik sebulan lalu? Kamu adalah gadis pertama, yang Oom kenal, yang jantungan saat ditanya polisi ‘Ini kamu beneran yakin buat SIM-nya murni tanpa nembak?’, dan malah dijawab ‘Iya, Pak, SIM-nya didapat dengan cara nembak.’. Kamu juga gadis pertama, yang Oom kenal, yang saat membuat Surat Keterangan Berkelakuan Baik, dan menjawab soal ‘Apakah Anda pernah melakukan pelanggaran?’ dengan jawaban ‘Pernah. Saya pernah melanggar peraturan di sekolah. Saya pernah telat dan melakukan pertengkaran dengan teman sekolah’. Yang lebih lucunya lagi, kamu malah nanya ke Pak Polisi: ‘Pak, kalau pernah melakukan pelanggaran, bisa buat Surat Keterangan Berkelakukan Baik?’ Oom belum punya kejujuran seperti kamu, tapi Oom rasa, Oom belajar banyak dari kamu tentang bagaimana caranya jujur. Terimakasih, Kecil.

Selain itu, dari kamu, Oom juga belajar bagaimana caranya berusaha sekuat tenaga dan bangkit lagi setelah gagal. Oom ingat, bagaimana kamu berjuang untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian masuk kampus yang kamu inginkan. Oom ingat, bagaimana semangatnya kamu belajar untuk itu. Oom ingat, bagaimana sedihnya kamu setelah pengumuman bahwa kamu gagal. Tangisannya kamu, yang sampai-sampai membuat mata kamu sembab, dan bengkak. Melihat kiriman foto mata kamu yang sembab, sebenarnya Oom mau ketawa ngikik, karena ternyata kamu beneran nangis kejer selama beberapa jam. Kirain bohong. Ha-ha. Eh, beneran. Oom membatalkan niat ketawa. Tapi. Besoknya, Oom ingat, kamu bilang kamu sudah mempersiapkan diri buat kuliah sambil kerja, karena nggak mau merepotkan keluarga. Dari kamu, Oom benar-benar belajar bagaimana caranya berusaha sekuat tenaga dan bangkit lagi setelah gagal. Terimakasih, Kecil.

Kalau kamu bilang terima kasih karena Oom sudah menjadi seorang guru yang baik; Kalau kamu bilang terima kasih karena Oom sudah menjadi seorang penyemangat yang baik; dan, Kalau kamu bilang terima kasih karena Oom sudah menjadi seorang teman yang baik, Oom juga mau mengucapkan hal yang sama kepada kamu. Terimakasih, karena kamu sudah menjadi guru yang baik dan mengajarkan Oom hal-hal sederhana—yang sudah Oom lupakan karena pengaruh bertambahnya usia. Terimakasih, karena kamu sudah menjadi penyemangat yang baik, dengan cara-cara yang mungkin tidak pernah kamu sadari tapi benar-benar berarti. Terimakasih, karena kamu sudah menjadi teman yang baik, sepaket dengan kisah hidup sehari-hari kamu yang terdengar begitu ajaib dan menggemaskan, bagi Oom.

Seperti yang sudah sama-sama kita sepakati, kelak Oom bakal pergi, karena satu dan lain hal, dan kamu harus selalu ingat pesan Oom (Oom ulang di sini nggak pa-pa, ya, Kecil). Pertama, kamu harus selalu bahagia walau dalam keadaan sesulit apa pun. Kedua, kamu harus selalu semangat walau gagal berkali-kali (dan tugas ‘Perencanaan Hidup Sampai 5 Tahun Kedepan’ dari Oom harus disimpan, dan dibaca kapan pun kamu merasa putus asa). Ketiga, kamu harus ingat ciri-ciri orang jahat, dan jangan sampai dijahati oleh orang jahat. Dan. Terakhir, kamu harus selalu ingat untuk belajar; belajar bisa dari siapa saja, belajar bisa dari mana saja, dan belajar bisa di mana saja.

Sebelum menutup surat ini, Oom minta maap nggak bisa jadi kakak angkat kamu, dan tolong jangan pernah berpikiran lagi buat minta ke Mama kamu untuk angkat Oom jadi kakak angkat kamu. Itu ngawur, namanya. Dan. Oom juga harus nolak permintaan kamu untuk mengadopsi kamu jadi anak tiri Oom (Oom belum nikah, dan Oom belum siap punya anak). Karena Oom akan selalu jadi Oom-nya Kamu. Kamu tahu bagaimana caranya menghubungi Oom, kan?

Dan.

Terimakasih sudah menyayangi Oom dengan cara paling kekanak-kanakan dan tulus, yang Oom pernah rasakan.

Semoga di masa depan nanti kamu bisa menjadi sehebat Yulia Tymonshenko dan secerdas Malala Yousafzai, Gadis Kecil.

Tertanda: Oom-nya Kamu

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*