Surat #312 Fu Yang…… Digoyang, Yang

Teruntuk: Fu Yang…… Digoyang, Yang

SURAT KEDUA DAN TERAKHIR. KARENA YANG PERTAMA DAN TERAKHIR KHUSUS BUAT PIT, ah, skip.

Fu, kali ini gua ngasih surat panjang. Kemarin ketebak isi suratnya yang sangat sangat tidak berbobot. Wk-wk-wk. Yuk, kita mulai apa aja isi suratnya, cek-cek encek. DIBACA, FU ?

Di sini, gua pengen cerita aja, ya, Fu. Gua pengen cerita tentang keromantisan Nabi Muhammad ke istrinya. Siapa tau gua sebagai calon suami, calon imam, calon masa depan Pit, bisa ngikutin cara beliau. He-he-he-he.

Yang pertama, Rasulullah memanggil istrinya dengan sebutan mesra. Beliau ga pernah manggil istrinya dengan panggilan, “Ndut, Lek, Ot, Mot, dll.” Lu tau, gak, OT sama MOT itu apa? Itu IDIOT SAMA LEMOT. Yang biasa gua kasih tuh panggilan ke lu, Fu. Ha-ha-ha. Itu bahasa kasar, Fu, bukan bahasa mesra. Rasulullah manggil istrinya itu dengan panggilan sayang, contohnya, “Humaira.” Tau, ‘kan, ya, artinya? Ya, artinya ‘pipinya yang kemerah-merahan.’ Berarti, nanti gua manggil Pit harus dengan panggilan sayang juga, misalnya, “bibirnya yang lucu.” Tapi, bahasa kerennya, apa, ya? Kasih ide, Fu.

Lanjut, yang kedua memanjakan istrinya. Rasulullah memanjakan istrinya tidak selalu dengan uang. Uang bukan segalanya, ya, Fu. Rasulullah memanjakan istrinya dengan tindakan. Rasulullah juga memperlakukan istrinya sebagai wanita yang perlu dihargai, karena, emang wanita itu seseorang yang sangat mulia dan perlu dihargai. Ada hadits yang menceritakan Rasulullah biasa memijit atau menjepit hidung Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, “Wahai Aisyah, bacalah do’a, ‘wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad. Ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” Romantis, ‘kan, Fu?

Oke, lanjut yang ketiga. Rasulullah pernah mandi bersama istrinya. Kalo yang ini WAJIB DIIKUTI GAK, FU? Ya, Rasulullah pernah mandi bersama istrinya, Aisyah, dalam satu kamar mandi, dengan bak yang sama.

Segitu aja, ya, Fu. Sebenernya, masih banyak keromantisan Rasulullah ke istrinya. Nanti lu lanjut baca aja, tinggal searching, sih. Wk-wk-wk. Gua cerita ini karena, kucinta padamu, namun, kau milik sahabatku. Dilema hatiku. Andai aku bisa berkata sejujurnya. Pegel, loh, Fu, ngetik panjang. Cuma demi lu, nih. Demi lu, gua niat ngetik panjang. Yaudah kita berdoa, yuk. Berdoa mulai. Selesai. Sekian, salam hangat dari Digidaw dan Pit.

Tertanda: Digidaw, Muka Om-Om

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*