Surat #240 Kudbar, Si Pangrok Jalanan Merangkap Tukang Gambar Asongan

Teruntuk: Kudbar, Si Pangrok Jalanan Merangkap Tukang Gambar Asongan

Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih banyak kepada Oom-nya Kamu yang sudah menyediakan lapak Mailtime ini sehingga saat ini saya ditagih untuk membalas surat yang diberikan kepada saya.

Hallo, Kudbar.

Sebelumnya, gue minta maaf karena tidak bisa merangkai kata indah layaknya sajak-sajak cinta yang sering tersebar di mana-mana. Biarkan gue sebagai pengagum dari bentuk kesabaran lo dalam hal dotting gambar yang sesungguhnya itu, membuat guncangan hebat pada mata dan perut gue. Izinkan gue membalas surat tempo hari itu, yang tetap saja tak berfaedah seperti obrolan malam kita setiap harinya. Dimana otak mulai tak singkron dengan angin malam layaknya kebegoan lo yang sholat Jumat tapi pergi pas semua orang bubar. Atau di saat darurat ketika lo mandi dan hanya ada shampoo sebagai cadangan akhir untuk sabun dan cuci muka. Bahkan sikat gigi pun terkadang lo pakai jari. Miris. Tapi kebegoan lo ini yang buat rasa gue semakin panas. Sepanas panggangan kue pancong yang ada di Bulak Kapal, kata gue.

Hai Kudbar, terimakasih sudah memperkenalkan gue ke dalam kehidupan warga Cipinang dan sekitarnya. Sekiranya gue tau, Mpok Mile si pedangan kembang goyang atau Mang Syueb yang punya tambal ban di pengkolan beha gue. Ketahuilah, beha gue bukan 36B apalagi 34C. Lo memang lemah dalam hal berhitung tapi jangan buat gue kecewa dengan kelemahan lo dalam hal yang lain.

Wahai Kudbar, sebelum gue akhiri surat ini, kutitip pesan untuk mengganti nama Tompelo menjadi Aisyah karena gue sudah mulai bosan dengan erangan lo setiap malam akibat ulah Tompelo yang menjadi bringas karena lo suka telat kasih makan atau telat cebok. Jangan berkurang ke-bego-an lo, jangan mudah tertipu lagi dengan praktek MLM yang sudah menyebar di mana-mana. Terimakasih sudah memberikan kebahagian di balik ke-bego-an lo. Kutunggu waktu di mana kita bersanding menggunakan baju YOGS dan jaring-jaring Awkarin, yang sempat kita rencanakan tempo hari. Terimakasih pula menjadi orang yang selalu gue tunggu balasan untuk semua obrolan yang penuh dengan kebloonan gue dan setia bernyanyi seperti Bang Ipul. Terimakasih sudah mengenalkan gue kalau Slankers itu terkadang juga bisa mellow. Terimakasih mengajarkan gue kuat layaknya HP Esia yang dilindes sama bajaj. Mungkin ini terlalu panjang, dan ini ga ada gambarnya. Semoga lo bersedia baca dari awal sampai akhir walaupun gue yakin butuh waktu lama supaya lo paham. Mungkin surat ini ga akan masuk dalam daftar favorite lo seperti lterong balado dengan telor ceplok tetapi semoga surat ini berkesan seperti indahnya botol hijau yang kita debatkan apakah itu botol Bir Bintang atau botol kecap.

Jadi, kapan kita bercinta di atas kertas putih dan dibalik tinta hitam? Tolong dibalas pakai karya biar seperti yoochuber Indonesia masa kini.

Sekian surat ini gue sampaikan. Semoga lo bisa baca tanpa harus dieja kembali. Masak telor dadar jangan besar-besar. Emang cuma Bang Kudbar yang bikin berdebar.

Wassalam.

Tertanda: Si Pekerja Seni Paruh Waktu yang Hobby Merindu

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*