Surat #78 Simba (2)

Teruntuk: Simba

Aku tidak pandai merangkai kata-kata manis untuk membuatmu terpana. Tidak juga layak untuk bersamamu merangkai kisah kasih yang indah. Haruskah aku memintamu meramalku agar jemari kita saling bertemu? Ah, hampir saja aku menulis ramal menjadi lamar. Aku pernah se-begitu-nya menyukaimu, sebelum akhirnya rasa itu pergi terbawa arus banjir Jakarta.

Aku pernah menjadi begitu bodoh mengharapkan pengakuanmu, sebelum akhirnya harapan itu pupus saat Ahok-Djarot kalah dalam Pilkada DKI. Tidak ada hubungannya, kan? Sama seperti kita. Tidak ada hubungan apa-apa. Aku tidak berharap lagi, aku dan kamu akan menjadi kita. Aku hanya berharap, dengan siapa pun kamu saat ini adalah suatu kebahagiaan yang selama ini kamu dambakan.

Tertanda: Bukan Awkarin, Sumpah

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*