Surat #14 Ujang

Teruntuk: Ujang

Jaanngggg, asli, ya, lo stranger terbaikkkkk yang gue kenal.

Walaupun kita ga pernah ketemu, ntah kenapa gue ngerasa kalo selama lo deket sama gue, itu adalah karena sebuah ketulusan, entah karena gue yang kepedean atau gimana, tapi lo itu duh… 🙁

Jang, jujur, deh. Lo tahu kan kalo gue sebenernya butuh sosok seseorang yang bisa dukung gue? Ah, gue tuh tahu kalo lo paham, gue sebenernya kesepian:(

Dari awal kenal, lo bohong sama gue tentang latar belakang keluarga lo. Dan akhirnya lo tahu? Pertemanan dan kedekatan kita ga dilihat dari materi. Dan pas gue tahu semuanya, mungkin gue kelihatan kayak yang ngejar lo, ya, Jang? Sebenernya gue bukan ngejar. Tapi gue lebih seperti mempertahankan. Walaupun lo bukan siapa-siapa gue. Tapi gue benar-benar ngerasa kehilangan lo banget pas lo nggak ada kabar. Dan tingkat terbrengseknya adalah saat lo chat gue lagi di SayaApp. Lo punya Line gue, kan? Punya WA gue, kan? Punya Ig gue, kan? (Eh, gue lupa. Ig lo udah gue block, saking gue kesalnya) Tapi kenapa lo chat di SayaApp, ya? Kenapa nggak di WA atau Line?

HA-HA-HA-HA-HA-HA. Waktu lo chat, gue marah-marah, ya? Minta lo pergi, ya? GUE BOHONG! Sumpah. Gue kangen, tapi gue kesel. Kenapa, sih, gue harus kesel kalo lo hilang gitu aja? Padahal gue sama lo nggak ada apa-apanya. Gue kesal bukan karena gue punya rasa sama lo (ya, sebenernya gue nggak tahu, sih, gue punya rasa atau enggak ke lo). Pokoknya gue kesal karena lo hilang gitu aja.

Lo nggak pernah sharing lagi, lo nggak pernah cerita-cerita lagi. Gue sedih, Jang, sumpah. Peduli setan, ya, lo bilang gue lebay atau apa. Tapi. Gue. Peduli. Sama. Lo. Dan itu nyata. Peduli setan, lo anak pengusaha sukses atau lo hanya seorang anak dari manusia biasa. You know i don’t care about that 🙂

.

.

Saat kamu cerita kalau kamu balik ke rumah kamu yang dulu, berhenti dari pekerjaan kamu, dan kamu nggak kuliah tahun ini, aku nggak paham kenapa kamu kayak gitu. Aku ga tau kenapa kamu kayak gitu. Aku keburu emosi, ya? Nyuruh kamu pergi 🙂

Jang, kangen. Aku mau banyak cerita 🙁

Cerita yang jarang dan bahkan hampir nggak pernah aku sharing ke yang lain 🙂

Terakhir aku chat kamu, itu adalah di saat aku bener-bener down 🙂

Dan kamu tetap ga balas pesan singkat aku. Permintaan aku kamu kabulin ya, Jang? Ha-ha-ha kamu itu lucu, Jang, baik, dan amanah. Kalau memang aku udah ga bisa temenan lagi sama kamu, dan kamu tetap mau pergi, sebenarnya itu hak kamu. Setidaknya, aku tahu kenapa kamu ingin pergi, walaupun hanya hal sepele. Supaya aku bisa menperbaiki diri. Benar, kan? 🙂

Sehat-sehat ya, Kamu. Semoga Semesta yang maha baik mempertemukan kamu dan aku di real life, ya 🙂

Everything you do, you still be my ujang??

Tertanda: Mamangg

~

Untuk user SayaApp atau Hoomn yang ingin ikutan menulis surat juga di event #30HariSayaAppMenulisSurat, kalian bisa baca ketentuannya di bawah ini, ya! Tabik!

#30HariSayaAppMenulisSurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*